Rekrutmen Bintara Polri 2026 di Polda Sumsel Terapkan CAT untuk Perkuat Transparansi

Rekrutmen Bintara Polri 2026 di Polda Sumsel Terapkan CAT untuk Perkuat Transparansi

Proses penerimaan Bintara Polri Tahun Anggaran 2026 di lingkungan Polda Sumatera Selatan dikawal ketat untuk memastikan seluruh tahapan seleksi berjalan bersih dan meminimalkan potensi kecurangan. Salah satu langkah yang diterapkan adalah penggunaan sistem Computer Assisted Test (CAT) pada tes Psikologi Tahap I.

Karo SDM Polda Sumsel Kombes Pol Sudrajad Hariwibowo SIK MSi menegaskan bahwa rekrutmen tahun ini mengedepankan prinsip objektivitas dan transparansi. Pernyataan itu disampaikannya saat meninjau langsung pelaksanaan seleksi di Palembang, Senin (27/4/2026).

Tes dilaksanakan pada Senin, 27 Mei 2026, dengan lokasi utama di SMK Negeri 2 Palembang. Pelaksanaan juga didukung sejumlah lokasi lain, yakni SMK Negeri 1 Palembang, SMK Negeri 3 Palembang, serta Ruang Assessment Gedung Biro SDM Polda Sumsel.

Dalam pelaksanaannya, peserta menjalani tahapan seleksi yang ketat, mulai dari pemeriksaan fisik (body checking), menerima arahan teknis dari panitia pusat, hingga mengerjakan ujian berbasis komputer. Melalui sistem CAT, hasil ujian dapat dilihat peserta secara real-time setelah tes selesai, kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan hasil sebagai bentuk pertanggungjawaban.

Sudrajad menyatakan penggunaan CAT dinilai mampu menutup celah kecurangan karena seluruh proses terekam secara digital dan hasilnya dapat diketahui langsung oleh peserta. “Kami memastikan setiap tahapan rekrutmen berjalan secara objektif. Sistem CAT ini menutup celah kecurangan karena seluruh proses terekam secara digital dan hasilnya dapat diketahui secara langsung oleh peserta,” ujarnya.

Pengawasan juga dilakukan secara berlapis. Dari internal, pengawasan melibatkan Itwasda dan Bid Propam Polda Sumsel. Sementara dari eksternal, seleksi turut diawasi organisasi masyarakat Laskar Merah Putih Sumatera Selatan.

Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., menyebut digitalisasi seleksi sebagai bagian dari keterbukaan kepada publik. Ia mengatakan Polda Sumsel berkomitmen menjalankan prinsip BETAH, yakni Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis. “Seleksi ini memastikan hanya peserta terbaik yang terpilih berdasarkan kemampuan dan integritas,” kata Nandang.

Secara umum, rangkaian tes CAT Psikologi Tahap I dilaporkan berjalan tertib dan lancar. Polda Sumatera Selatan menilai pelaksanaan ini mencerminkan kesiapan dalam mengelola rekrutmen modern yang profesional untuk menjaring calon anggota Polri yang kompeten.