Rencana Tata Ruang Perkotaan Phuoc Hoi–La Gi Disusun hingga 2050, Cakup 10.600 Hektare

Rencana Tata Ruang Perkotaan Phuoc Hoi–La Gi Disusun hingga 2050, Cakup 10.600 Hektare

Perencanaan tata ruang perkotaan antar-kelurahan Phuoc Hoi–La Gi disusun dengan cakupan seluruh wilayah alami dua kelurahan tersebut, dengan total luas lebih dari 10.600 hektare. Rencana ini diproyeksikan dengan visi pengembangan hingga tahun 2050.

Dalam laporan pada pertemuan terkait, disebutkan wilayah perencanaan berbatasan dengan komune Ham Tan di sebelah utara, Laut Timur di sebelah selatan, komune Tan Hai di sebelah timur, dan komune Son My di sebelah barat.

Rencana tersebut ditujukan untuk mengkonkretkan orientasi pembangunan strategis tingkat nasional, kawasan Pesisir Selatan Tengah dan Dataran Tinggi Tengah, serta orientasi pembangunan Provinsi Lam Dong. Pengembangan kawasan perkotaan Phuoc Hoi–La Gi diarahkan untuk meningkatkan dan memperkuat kriteria perkotaan, sekaligus menciptakan terobosan bagi pembangunan ekonomi yang berkelanjutan.

Konsep ruang yang ingin dibentuk menekankan karakter “hijau – ekologis – identitas budaya – pelestarian lanskap lingkungan,” dengan upaya menggabungkan tradisi dan modernitas secara harmonis. Selain itu, wilayah ini ditargetkan berkembang bertahap menjadi pusat regional untuk wisata bahari, wisata budaya, serta eksploitasi dan pengolahan hasil laut, sekaligus berperan sebagai penggerak pembangunan sosial-ekonomi di bagian barat daya provinsi.

Perencanaan ini juga diharapkan menjadi dasar hukum penting bagi pengelolaan perencanaan kota, pengembangan dan perencanaan terperinci, pelaksanaan proyek investasi, serta pemanfaatan sumber daya secara efisien.

Menutup pertemuan, Wakil Ketua Komite Rakyat Provinsi Lam Dong Nguyen Hong Hai mengapresiasi upaya departemen, lembaga, dan pemerintah daerah dalam proses penyusunan perencanaan. Ia menekankan pentingnya mengaitkan perencanaan dengan proyek-proyek utama dan infrastruktur di tingkat provinsi maupun kawasan, dengan perhatian pada pengembangan ekonomi maritim, perdagangan, jasa, serta industri pendukung.

Nguyen Hong Hai juga meminta unit terkait membentuk tiga tim inspeksi untuk memantau kemajuan perencanaan di berbagai wilayah provinsi. Ia menekankan perlunya memperjelas posisi dan peran kawasan antar-kelurahan Phuoc Hoi–La Gi dalam perencanaan keseluruhan provinsi dan pembangunan regional, termasuk penegasan pilar-pilar pembangunan berdasarkan keunggulan, potensi lahan, serta ketersediaan lahan bagi pengembangan zona ekonomi.

Selain pengembangan ekonomi maritim, ia menyoroti kebutuhan memastikan konektivitas infrastruktur, terutama sistem logistik, sebagai landasan untuk mendorong pembangunan yang komprehensif dan berkelanjutan pada masa mendatang.