Anggota DPR RI Rieke Diah Pitaloka menyoroti kasus kematian NS (13), remaja asal Jampang Kulon, Sukabumi, Jawa Barat. Ia meminta masyarakat tetap tenang namun kritis dalam mengawal perkembangan penanganan perkara tersebut.
Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, @riekediahp, legislator Fraksi PDI Perjuangan itu mengingatkan warganet agar bijak menyikapi informasi yang beredar. Rieke menekankan pentingnya menyaring berbagai opini di media sosial, terutama di tengah ramainya spekulasi mengenai penyebab kematian korban.
“Yuk kita semua tetap bijak dan tidak mudah terpengaruh opini yang belum terverifikasi,” tulis Rieke dalam unggahannya pada Senin (23/2).
Rieke juga menegaskan fokus utama saat ini adalah memastikan proses hukum berjalan sebagaimana mestinya. Ia mendesak kepolisian untuk terbuka dan menuntaskan pengusutan secara transparan serta berkeadilan.
“Kawal proses hukum agar berjalan transparan dan berkeadilan. Kebenaran harus diungkap secara jelas,” tegasnya.
Dalam unggahan yang sama, Rieke menyampaikan duka mendalam dan permohonan maaf atas tragedi yang menimpa NS. Ia menyebut peristiwa ini sebagai bentuk kegagalan kolektif dalam memberikan perlindungan kepada anak di bawah umur.
“Nizam, maafkan kami yang tidak bisa memberi kehidupan yang seharusnya melindungimu. Insya Allah kami kawal kata-kata terakhirmu. Kami kejar siapa pelaku yang merenggut hidupmu, Nak,” tulis Rieke.
Rieke menutup pesannya dengan doa bagi almarhum, seraya berharap tidak ada lagi remaja yang harus kehilangan nyawa di usia belia.
Kasus ini bermula dari kematian NS yang dinilai mencurigakan. Perkara tersebut kemudian menyeret nama TR (46), ibu tiri korban, yang diduga melakukan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) terhadap NS. Korban disebut merupakan santri di salah satu pondok pesantren di Sukabumi.

