Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bontang menegaskan pentingnya transparansi dalam pengelolaan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Bontang. Penegasan ini disampaikan menyusul masih adanya keraguan sebagian guru terhadap organisasi tersebut.
Kepala Disdikbud Bontang, Abdu Safa Muha, mengatakan transparansi harus menjadi prinsip utama dalam pengelolaan organisasi, terutama terkait keuangan. Pernyataan itu ia sampaikan pada Selasa (5/5/2026).
Menurut Safa, pengelolaan yang terbuka memungkinkan anggota melihat langsung manfaat dari kontribusi yang diberikan. Ia mencontohkan manfaat tersebut dapat berupa kegiatan peningkatan kapasitas, seperti bimbingan teknis (bimtek).
Safa menilai keraguan terhadap PGRI perlu diluruskan melalui komunikasi yang terbuka serta penguatan akuntabilitas organisasi. Ia juga memastikan kontribusi yang dihimpun melalui PGRI digunakan untuk mendukung kemajuan dan kesejahteraan guru, termasuk program peningkatan kapasitas, perlindungan profesi, dan penguatan kompetensi.
Ia menambahkan, rendahnya kontribusi sebagian anggota selama ini bukan semata karena ketidakmampuan, melainkan dipengaruhi rasa khawatir dan belum sepenuhnya percaya terhadap pengelolaan organisasi. Karena itu, Safa menegaskan iuran harus dikelola dengan baik dan digunakan untuk kemajuan guru.
Lebih lanjut, Safa menyampaikan sinergi antara pemerintah daerah dan organisasi profesi menjadi kunci dalam mendorong transformasi pendidikan. Ia menekankan bahwa kepercayaan perlu dibangun melalui transparansi dan pelibatan anggota dalam setiap program.
Disdikbud Bontang berharap dukungan guru terhadap organisasi dapat membuat PGRI Bontang berkontribusi langsung pada peningkatan kualitas pendidikan di daerah.

