SDN Cipetir 2 Terapkan Skala Prioritas dan Transparansi dalam Pengelolaan Dana BOS

SDN Cipetir 2 Terapkan Skala Prioritas dan Transparansi dalam Pengelolaan Dana BOS

SUKABUMI — SDN Cipetir 2, Kecamatan Cikidang, terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan melalui pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang dinilai tepat sasaran, terarah, dan akuntabel. Dalam pelaksanaannya, sekolah menekankan prinsip skala prioritas serta keterbukaan informasi kepada pihak internal maupun eksternal.

Kepala SDN Cipetir 2, Sudamarto Rahmayudi, S.Pd., M.Pd., mengatakan setiap penggunaan dana BOS disusun melalui perencanaan yang dibahas dalam rapat bersama dewan guru dan komite sekolah. Perencanaan tersebut dilakukan secara terbuka dengan mempertimbangkan kebutuhan sekolah agar anggaran yang tersedia dapat dimanfaatkan secara efektif untuk mendukung kegiatan belajar mengajar.

Menurut Sudamarto, penggunaan dana BOS diprioritaskan untuk kebutuhan yang paling mendesak, seperti pengadaan sarana pembelajaran, perbaikan fasilitas sekolah, serta dukungan terhadap kegiatan siswa. “Pengelolaan dana BOS kami fokuskan pada kebutuhan yang paling mendesak, seperti pengadaan sarana pembelajaran, perbaikan fasilitas sekolah, serta menunjang kegiatan siswa. Semua disusun berdasarkan skala prioritas agar manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh siswa,” ujarnya.

Selain itu, dana BOS juga dimanfaatkan untuk kebutuhan penunjang pendidikan lainnya, termasuk pengadaan alat tulis, kebutuhan administrasi sekolah, hingga kegiatan ekstrakurikuler yang ditujukan untuk mengembangkan potensi siswa di luar kegiatan akademik.

Dalam aspek transparansi, pihak sekolah menyampaikan informasi penggunaan dana BOS melalui papan informasi sekolah serta forum pertemuan dengan orang tua siswa. Langkah ini dilakukan agar seluruh pihak dapat mengetahui alur penggunaan dana secara jelas.

Sudamarto menilai keterbukaan bukan semata kewajiban administratif, melainkan bagian dari upaya membangun kepercayaan antara sekolah dan masyarakat. Ia berharap transparansi dapat mencegah kesalahpahaman sekaligus mengurangi potensi penyalahgunaan dana.

Upaya tersebut mendapat respons positif dari sejumlah wali murid. Mereka menilai keterbukaan informasi penting untuk mendukung kemajuan pendidikan anak. Salah satu wali murid menyebut transparansi membuat orang tua merasa dilibatkan. “Kami jadi tahu dana itu digunakan untuk apa saja, sehingga lebih percaya dan mendukung program sekolah,” katanya.

Dengan pengelolaan yang terarah, transparan, dan melibatkan berbagai pihak, SDN Cipetir 2 berharap dapat terus meningkatkan mutu pendidikan serta menciptakan lingkungan belajar yang nyaman, aman, dan berkualitas bagi para siswa.