Sejumlah Keluarga Kepala Daerah di Wilayah Bugis Sulsel Disebut Berpeluang Maju Pileg 2024

Sejumlah Keluarga Kepala Daerah di Wilayah Bugis Sulsel Disebut Berpeluang Maju Pileg 2024

Menjelang Pemilu 2024, sejumlah nama dari keluarga kepala daerah di Sulawesi Selatan, khususnya wilayah Bugis dari Maros hingga Sinjai, ramai disebut-sebut berpeluang kembali bertarung dalam pemilihan legislatif. Mereka tercatat atau pernah tercatat sebagai anggota legislatif di berbagai tingkat, mulai kabupaten, provinsi, hingga pusat.

Nama terbaru yang disebut adalah dr Felicitas Tallulembang Rudiyanto Asapa. Partai Gerindra menugaskannya maju di Daerah Pemilihan (Dapil) II Sulawesi Selatan. Felicitas sebelumnya pernah maju sebagai calon anggota DPR RI, dan kini disebut ditugaskan berpindah ke dapil yang disebut sebagai dapil suaminya, almarhum Andi Rudiyanto Asapa.

Felicitas merupakan ibu kandung Bupati Sinjai Andi Seto Gadhista Asapa. Andi Seto menyatakan dukungan agar ibunya maju ke DPR RI. Felicitas juga bukan pendatang baru di Senayan. Ia pernah menjabat anggota DPR RI periode 2017–2019 setelah dilantik pada 3 Oktober 2017, menggantikan Andi Nawir Pasinringi yang meninggal dunia. Dalam Pemilu 2014, Felicitas disebut menjadi peraih suara terbanyak kedua di Dapil Sulsel 3.

Di Kabupaten Pangkep, nama Sofyan Syam—anggota DPRD Sulsel periode 2019–2024—juga disebut berpeluang maju kembali. Sofyan adalah putra Syamsuddin Hamid, Bupati Pangkep dua periode (2010–2015 dan 2016–2021). Ia terpilih pada Pemilu 2019 ketika ayahnya masih menjabat bupati. Sofyan juga disebut masih satu rumpun keluarga dengan Bupati Pangkep Muhammad Yusran Lalogau.

Selain Sofyan, Syamsuddin Hamid dan istrinya, Rismayani, disebut didorong oleh Partai Golkar untuk maju sebagai calon anggota DPR RI pada Pemilu 2024. Syamsuddin Hamid juga disebut sebagai paman Bupati Pangkep Muhammad Yusran Lalogau.

Dari Kabupaten Barru, Hasnah Syam—istri Bupati Barru Suardi Saleh—saat ini merupakan anggota DPR RI dari Fraksi Partai Nasdem. Ia terpilih pada Pemilu 2019 dan disebut mengungguli sejumlah tokoh, termasuk mantan Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo serta petahana Akbar Faizal. Sebagai petahana, Hasnah Syam disebut memiliki peluang maju kembali pada Pemilu 2024.

Di Kabupaten Bone, terdapat Andi Izman Padjalangi, putra Bupati Bone Andi Fahsar M Padjalangi. Andi Izman kini menjabat sebagai anggota DPRD Sulsel periode 2019–2024 dari Fraksi Golkar dan disebut berpeluang maju kembali. Sementara itu, anggota DPR RI Andi Rio Idris Padjalangi disebut sebagai ponakan Bupati Bone Andi Fahsar M Padjalangi, dan namanya masuk daftar bakal calon anggota DPR RI dari Golkar di Dapil Sulsel II.

Di Kota Parepare, Partai Golkar menugaskan Erna Rasyid maju sebagai calon anggota DPR RI pada Pemilu 2024. Erna Rasyid adalah istri Wali Kota Parepare Taufan Pawe. Ia pernah maju pada Pemilu 2019, namun disebut belum mampu bersaing dengan Andi Rio Idris Padjalangi dan Supriansa Mannahawu, mantan Wakil Bupati Soppeng.

Di Kabupaten Wajo, Siti Maryam—istri Bupati Wajo Amran Mahmud—pernah maju pada Pemilu 2019 melalui Partai Nasdem di Dapil 2 Sulsel, namun tidak lolos. Ia disebut kalah bersaing dengan Hasnah Syam. Dalam laporan tersebut, muncul pertanyaan apakah Siti Maryam akan kembali maju pada Pemilu 2024.

Di Kabupaten Soppeng, terdapat Rezki Mulfiati Lutfi, putri Wakil Bupati Soppeng Lutfi Halide. Rezki saat ini duduk sebagai anggota DPRD Sulsel dari Fraksi Partai Nasdem. Sebagai petahana, ia disebut memiliki peluang kembali jika maju lagi pada Pemilu 2024.

Di sisi lain, Komisi Pemilihan Umum (KPU) menetapkan perubahan daerah pemilihan (dapil) dan alokasi kursi di 16 kabupaten/kota di Sulawesi Selatan untuk Pemilu 2024. Ketentuan ini merujuk pada PKPU Nomor 6 Tahun 2023 tentang Daerah Pemilihan dan Alokasi Kursi Anggota DPR RI, DPRD Provinsi, serta DPRD kabupaten/kota.

Enam belas daerah yang mengalami perubahan tersebut meliputi Takalar, Luwu Utara, Toraja Utara, Bulukumba, Luwu, Luwu Timur, Soppeng, Pangkep, Bantaeng, Kepulauan Selayar, Maros, Jeneponto, Parepare, Palopo, Wajo, dan Bone. Sementara itu, daerah yang dapil dan alokasi kursinya tetap disebut meliputi Makassar, Barru, Tana Toraja, Sinjai, Enrekang, Pinrang, Gowa, dan Sidrap. Khusus Sidrap, disebut hanya terjadi perubahan penamaan dapil, sedangkan komposisi dan jumlah kursi tetap.

Perubahan dapil disebut terjadi karena pemekaran dan penambahan dapil, seperti di Luwu Timur, Luwu, Luwu Utara, Maros, Parepare, dan Palopo. Di Kabupaten Luwu, misalnya, disebut terjadi perubahan dari 4 dapil menjadi 8 dapil.

Pengamat politik dari Universitas Bosowa, Arief Wicaksono, menilai penataan dapil lebih relevan jika dilakukan penambahan dapil seiring bertambahnya ruang-ruang kota. Ia juga menyebut opsi penataan yang ditawarkan KPU sebagai upaya mengakomodasi perubahan. Namun, dalam PKPU tersebut disebut tidak ada perubahan dapil maupun kursi untuk DPR RI dan DPRD Sulsel, sehingga formasi dapil dan kursi Pileg 2024 disebut masih sama dengan tahun 2014.

Komisioner KPU Sulsel Asram Jaya menyatakan keputusan tetap berada di KPU RI meski pihaknya telah mengusulkan dua opsi penataan dapil dan alokasi kursi.