SALATIGA – Di tengah sorotan publik terkait transparansi pengelolaan dana pendidikan, Senat Mahasiswa (SEMA) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Salatiga menggelar Pelatihan Manajemen Keuangan untuk membekali aktivis kampus dalam mengelola anggaran secara bersih, efektif, dan berintegritas.
Kegiatan tersebut berlangsung di Auditorium Gedung K.H. Hasyim Asy’ari pada Selasa (28/4). Sejak pagi, peserta memadati lokasi pelatihan. Antusiasme itu dinilai mencerminkan meningkatnya kesadaran mahasiswa akan pentingnya tata kelola keuangan organisasi yang akuntabel.
Dekan FTIK UIN Salatiga, Prof. Dr. Rasimin, M.Pd., mengatakan pelatihan ini relevan dengan kebijakan efisiensi anggaran yang menjadi perhatian nasional. Ia menekankan bahwa setiap dana yang dialokasikan perlu memberikan dampak nyata.
“Kebijakan efisiensi menuntut setiap rupiah yang dialokasikan harus memberikan dampak maksimal. Pelatihan ini membekali mahasiswa dengan kemampuan menentukan skala prioritas, sehingga anggaran terbatas tidak habis untuk pos-pos yang kurang esensial,” ujarnya.
Rasimin juga mengingatkan bahwa pengelolaan keuangan tidak hanya soal teknis pencatatan dan pelaporan, tetapi berhubungan dengan kepercayaan publik. Menurutnya, organisasi dapat runtuh bukan semata karena kekurangan dana, melainkan akibat hilangnya integritas.
“Pelatihan ini bukan sekadar belajar membuat laporan, tetapi ruang menata sikap. Jujur, disiplin, dan bijak. Tidak sedikit organisasi runtuh bukan karena kekurangan dana, tetapi karena hilangnya kepercayaan,” tambahnya.
Dalam pelatihan tersebut, panitia menghadirkan dua narasumber yang membahas standar akuntabilitas modern. Salah satunya, Dr. Pandi Afandi, S.E., M.Si., menekankan pentingnya keterbukaan dalam pengelolaan dana organisasi mahasiswa.

