Tapbit mengumumkan integrasi pemantauan infrastruktur secara real-time dari perusahaan keamanan blockchain CertiK. Langkah ini melengkapi kerangka kerja Proof of Reserves (PoR) yang telah diterapkan Tapbit, seiring meningkatnya kebutuhan institusional terhadap data bursa yang dapat diverifikasi.
Selain integrasi pemantauan, Tapbit juga menyampaikan hasil validasi keamanan independen yang diselesaikan pada Agustus 2025. Penilaian tersebut mengevaluasi sistem seluler, web, dan backend Tapbit melalui kombinasi pengujian dinamis, tinjauan manual, serta simulasi skenario serangan.
Berdasarkan hasil penilaian, tidak ditemukan kerentanan yang dikategorikan kritis maupun berisiko tinggi. Temuan yang ada sebagian besar masuk dalam kategori sedang, rendah, dan informasional. Tapbit menyebut hasil ini mencerminkan postur keamanan dasar yang selaras dengan standar industri, sekaligus menandai area yang perlu dioptimalkan secara berkelanjutan seiring berkembangnya infrastruktur.
Tapbit menekankan bahwa penilaian tersebut tidak diposisikan sebagai sertifikasi satu kali, melainkan bagian dari kerangka evaluasi dan peningkatan keamanan yang berkelanjutan.
Di sisi transparansi aset, Tapbit menyatakan telah menerapkan mekanisme Proof of Reserves yang dirancang untuk memberikan wawasan yang dapat diverifikasi mengenai jaminan aset. Melalui mekanisme ini, pengguna dapat memvalidasi data cadangan melalui platform pihak ketiga, sehingga mengurangi ketergantungan pada pengungkapan internal dan mengikuti praktik industri yang menekankan transparansi berbasis kriptografi.
Tapbit menilai kombinasi validasi keamanan pihak ketiga dan Proof of Reserves mencerminkan pergeseran yang lebih luas di ekosistem aset digital. Ketika pengguna dan regulator semakin menekankan transparansi serta akuntabilitas, bursa dinilai bergerak melampaui klaim keamanan yang statis menuju model yang menekankan validasi, pemantauan, dan pengungkapan secara berkelanjutan.
Chief Executive Officer Tapbit, Milton Cogo, mengatakan kepercayaan di pasar saat ini perlu bertumpu pada verifikasi berkelanjutan. Ia menyebut pelaku industri beralih dari pengungkapan internal yang statis dan menuntut data yang diverifikasi secara independen serta sistem pemantauan real-time untuk menilai keandalan platform secara lebih akurat.
Cogo juga menyatakan bahwa integrasi validasi keamanan CertiK dengan Proof of Reserves kriptografis ditujukan bukan hanya untuk memenuhi persyaratan kepatuhan, tetapi untuk membangun arsitektur yang lebih kokoh dan berorientasi institusional, dengan fokus pada integritas operasional jangka panjang serta standar akuntabilitas yang lebih tinggi.
Tapbit menutup pengumuman tersebut dengan menegaskan bahwa, di tengah industri aset digital yang bergerak menuju fase lebih terstruktur dan berorientasi pada akuntabilitas, kemampuan menunjukkan keamanan dan transparansi aset yang diverifikasi secara independen menjadi faktor penting bagi kredibilitas platform dalam jangka panjang.
CertiK dikenal sebagai perusahaan keamanan blockchain yang berfokus pada audit kontrak pintar, verifikasi formal, dan pemantauan keamanan berkelanjutan, termasuk penyediaan penilaian keamanan independen serta intelijen risiko real-time untuk proyek Web3, bursa, dan aplikasi terdesentralisasi.
Sementara itu, Tapbit merupakan platform perdagangan aset digital global yang didirikan pada 2021. Tapbit menawarkan perdagangan derivatif kripto, layanan spot, dan copy trading, serta beroperasi di lebih dari 190 wilayah.

