Tes Psikologi Rekrutmen Akpol 2026 di Jatim Diikuti 276 Peserta, Kompolnas Tekankan Transparansi

Tes Psikologi Rekrutmen Akpol 2026 di Jatim Diikuti 276 Peserta, Kompolnas Tekankan Transparansi

Surabaya—Polda Jawa Timur menggelar tes psikologi bagi calon taruna Akademi Kepolisian (Akpol) dalam rangka seleksi penerimaan anggota Polri tahun 2026. Kegiatan yang diikuti 276 peserta itu berlangsung di SMKN 5 Surabaya pada Sabtu (25/04/2026) dengan pengawasan internal dan eksternal untuk memastikan proses seleksi berjalan transparan.

Kepala Biro SDM Polda Jatim, Kombes Pol Sih Harno, mengatakan tahapan tes psikologi merupakan bagian awal dari rangkaian seleksi. Ia menyebut pelaksanaan tes dilakukan sesuai prosedur yang berlaku dan akan dilanjutkan dengan tahapan berikutnya untuk jalur Bintara dan Tamtama.

Menurut Sih Harno, pengawasan dilakukan secara menyeluruh. Selain pengawasan internal oleh Itwasda, Propam, dan tim psikologi, seleksi juga dipantau pihak eksternal. Ia menyampaikan bahwa rekrutmen Polri mengacu pada prinsip BETAH, yakni bersih, transparan, akuntabel, dan humanis.

Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) melalui Mohammad Choirul Anam turut melakukan pemantauan langsung di lokasi. Anam menekankan pentingnya akuntabilitas dalam setiap tahapan seleksi dan menyatakan tidak boleh ada kecurangan maupun pelanggaran hukum dalam proses tersebut.

Anam juga menjelaskan bahwa sistem rekrutmen saat ini bersifat terbuka dan partisipatif. Partisipasi, menurut dia, mencakup pelibatan masyarakat seperti himpunan psikologi, serta peserta yang turut menjadi bagian dari pengawasan karena sistem seleksi yang terbuka.

Untuk mencegah potensi kecurangan, pengawasan dilakukan secara teknis. Peserta diminta tidak membawa alat elektronik ke ruang ujian, sementara barang pribadi disimpan di tempat yang dapat diawasi bersama. Anam mengatakan langkah itu dilakukan untuk menutup peluang kecurangan.

Selain itu, hasil tes disebut dapat langsung diketahui peserta setelah ujian selesai. Dengan mekanisme tersebut, peserta memiliki kepastian dan dapat menyampaikan komplain kepada panitia apabila diperlukan.

Dalam kesempatan itu, Anam mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya pada pihak yang menjanjikan kelulusan dengan imbalan uang. Ia menegaskan, jika ada pihak yang mengklaim bisa meluluskan menjadi anggota Polri dengan meminta bayaran, hal tersebut tidak perlu dipercaya.

Anam menambahkan, kualitas proses rekrutmen akan berpengaruh pada kualitas institusi kepolisian di masa depan. Menurut dia, kepolisian yang baik bermula dari proses seleksi yang baik dengan individu-individu berkualitas.