Video Tenda Biru di Gunung Disebut Pengungsi Israel, Ternyata Ritual Keagamaan di Peru

Video Tenda Biru di Gunung Disebut Pengungsi Israel, Ternyata Ritual Keagamaan di Peru

Sebuah video yang memperlihatkan deretan tenda berwarna biru memenuhi area pegunungan beredar di media sosial. Unggahan itu disertai klaim bahwa tenda-tenda tersebut merupakan tempat berlindung warga Israel yang mengungsi ke gunung untuk menghindari serangan Iran.

Namun, hasil penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com menunjukkan klaim tersebut tidak tepat. Video yang beredar disebut dibagikan sejumlah akun Facebook pada April 2026 dengan narasi yang keliru.

Dalam penelusurannya, Tim Cek Fakta Kompas.com menggunakan teknik reverse image search melalui Google Lens. Hasil pencarian mengarah pada Qoyllurit'i atau Festival Bintang Salju, sebuah ritual keagamaan tahunan yang berlangsung di Pegunungan Andes, Peru.

Video yang sama tercatat pernah diunggah di Facebook pada 20 Juni 2025 dengan keterangan “Ziarah Tuhan Qoylluriti 2025”.

Kompas.com juga merujuk informasi dari situs resmi UNESCO. Qoyllurit'i merupakan tradisi yang masuk dalam Daftar Representatif Warisan Budaya Takbenda Kemanusiaan pada 2011. UNESCO menjelaskan bahwa ritual ini memadukan unsur Katolik dan pemujaan dewa alam dari masa pra-Hispanik.

Menurut UNESCO, rangkaian ritual dimulai dengan ziarah pada hari ke-58 setelah perayaan Minggu Paskah. Ribuan orang dari berbagai wilayah di Cusco melakukan perjalanan menuju tempat suci yang berada di lembah Sinakara.

Dengan demikian, video tenda-tenda biru di pegunungan tersebut bukan menunjukkan pengungsian warga Israel, melainkan dokumentasi ritual keagamaan tahunan Qoyllurit'i di Pegunungan Andes, Peru.