Wali Kota Medan Minta Optimalisasi Aset BUMD dan Transparansi Skema Kerja Sama

Wali Kota Medan Minta Optimalisasi Aset BUMD dan Transparansi Skema Kerja Sama

Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas memimpin rapat Monitoring dan Evaluasi (Monev) Triwulan I 2026 bersama Perusahaan Umum Daerah (PUD) Pembangunan Kota Medan di Rumah Dinas Wali Kota, Selasa (5/5/2026). Rapat ini turut dihadiri Sekretaris Daerah Kota Medan Wiriya Alrahman, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Citra Effendi Capah, serta jajaran perangkat daerah terkait di lingkungan Pemerintah Kota Medan.

Dalam arahannya, Rico menekankan perlunya evaluasi menyeluruh terhadap pengelolaan BUMD, terutama terkait pemanfaatan aset dan skema kerja sama. Ia menyatakan Pemerintah Kota Medan tidak melakukan intervensi pada aspek teknis, namun tetap menjalankan fungsi supervisi.

“Silakan bekerja sama dengan pihak mana pun, tetapi tetap harus ada notifikasi untuk supervisi,” ujar Rico.

Rico juga meminta seluruh skema kerja sama, termasuk sewa-menyewa, disusun secara transparan, mengacu pada regulasi, dan didukung appraisal independen agar nilai aset dapat dioptimalkan. Ia menegaskan pihaknya menginginkan hasil maksimal dari pengelolaan aset.

“Saya tidak mengintervensi teknis, tapi saya ingin hasilnya maksimal. Jangan ambil yang minimal,” tegasnya.

Menurut Rico, aset strategis di pusat kota perlu dikembangkan dengan konsep besar dan terukur agar memberikan nilai tambah yang signifikan bagi daerah. Untuk mempercepat pengambilan keputusan, ia meminta dokumen teknis dan hukum segera diserahkan. Ia juga menekankan pentingnya penyamaan tafsir antara BUMD dan Pemko melalui kajian hukum yang komprehensif.

Pembahasan lanjutan, kata Rico, akan difokuskan melalui tim kecil untuk menentukan langkah terbaik sesuai regulasi. “Mana jalan tengahnya, itu yang kita ambil. Setelah itu kita keluarkan edaran agar tidak ada perdebatan,” katanya.

Selain menekankan transparansi dan kepatuhan aturan, Rico mendorong BUMD tetap aktif mencari investor dan mengembangkan inovasi. Ia menargetkan dalam waktu dekat sudah ada arah kebijakan yang jelas untuk mempercepat pengembangan BUMD.

Sementara itu, Direktur Utama PUD Pembangunan Kota Medan Septianus Bate’e melaporkan bahwa pada triwulan I 2026 pihaknya telah menjalankan tiga dari empat unit usaha serta mulai menjajaki sejumlah kerja sama investasi.

Salah satu capaian yang disampaikan adalah kerja sama pengelolaan parkir di PKTM yang disebut meningkatkan setoran dari sekitar Rp30 juta menjadi Rp60 juta per bulan, sekaligus disertai perbaikan infrastruktur oleh investor.

Adapun pengembangan lain seperti kawasan PKTN, kolam renang, dan fasilitas olahraga masih berada pada tahap komunikasi dan kajian melalui studi kelayakan. Septianus juga menyebut adanya proposal investasi Kolam Renang Deli, serta rencana pengembangan Medan Zoo yang difokuskan pada satwa endemik Sumatera melalui kerja sama dengan Taman Safari Indonesia. Selain itu, Rusunawa di Medan Amplas dilaporkan telah terisi penuh.