Warga Serangan dan Jimbaran Serahkan Mawar Putih sebagai Dukungan untuk Pansus TRAP DPRD Bali

Warga Serangan dan Jimbaran Serahkan Mawar Putih sebagai Dukungan untuk Pansus TRAP DPRD Bali

Ratusan warga dari Desa Adat Serangan, Denpasar, dan Jimbaran, Badung, mendatangi kantor DPRD Bali pada 24 April 2026. Mereka menyerahkan bunga mawar putih sebagai bentuk dukungan terhadap kinerja Panitia Khusus (Pansus) Tata Ruang, Aset Daerah, dan Perizinan (TRAP) DPRD Bali.

Aksi pemberian bunga dilakukan setelah anggota Pansus TRAP mengikuti Sidang Paripurna DPRD Bali. Warga kemudian memadati lobi ruang sidang paripurna dan menyerahkan bunga secara langsung kepada para anggota pansus.

Penyerahan mawar putih tersebut menjadi simbol dukungan masyarakat terhadap langkah Pansus TRAP dalam mengawal persoalan tata ruang, aset daerah, dan perizinan di Bali, terutama di kawasan pesisir.

Salah satu perwakilan masyarakat Serangan menyampaikan apresiasi atas langkah Pansus TRAP yang dinilai membuka jalan bagi masyarakat untuk memperjuangkan hak-hak yang selama ini diabaikan. “Kami mengapresiasi dan mendukung apa yang dilakukan Pansus TRAP di Pulau Serangan. Ini pintu masuk untuk mengetahui bagaimana hak-hak kami diabaikan. Kami memohon agar bapak-bapak terus berjuang. Kami mendukung penuh dan hanya ingin mengucapkan terima kasih,” ujarnya.

Sementara itu, perwakilan masyarakat Jimbaran menilai pembentukan Pansus TRAP telah membuka persoalan yang selama puluhan tahun dirasakan masyarakat terkait keberadaan PT Jimbaran Hijau. Ia menyampaikan harapan agar pura-pura di Jimbaran dilindungi, akses jalan dibuka kembali, serta status hak guna bangunan (HGB) yang dinilai melanggar dapat dikaji untuk dicabut. “Kami berterima kasih kepada Bapak Gubernur Bali dan Pansus TRAP karena telah membuka tabir persoalan kami selama 30 tahun. Kami berharap pura-pura di Jimbaran dilindungi, akses jalan dibuka kembali, dan status HGB yang melanggar bisa dikaji untuk dicabut,” katanya.

Masyarakat Jimbaran juga menyatakan siap bersatu dengan masyarakat Serangan dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat adat dan menjaga Bali.

Ketua Pansus TRAP DPRD Bali, I Made Suapartha, menyampaikan terima kasih atas dukungan tersebut. Ia mengatakan bunga putih yang diberikan memiliki makna kesucian dan ketulusan dalam bekerja. “Hari ini kami menerima bunga dari masyarakat Jimbaran, Serangan, dan masyarakat lainnya. Ini lambang kesucian kami bekerja. Kami bekerja tulus ikhlas untuk kepentingan menjaga Bali, menjaga tata ruang, aset, dan perizinan Bali,” tegasnya.

Suapartha menambahkan, seluruh elemen masyarakat bersama pemerintah provinsi dan kabupaten/kota perlu bersatu menjaga ruang dan alam Bali, serta kelestarian adat dan budaya. “Kita wajib kompak bersatu demi Bali,” tutupnya.