Waspada Hoaks Pendaftaran Bantuan Pemerintah, Modusnya Minta Data Pribadi Lewat Tautan Palsu

Waspada Hoaks Pendaftaran Bantuan Pemerintah, Modusnya Minta Data Pribadi Lewat Tautan Palsu

Hoaks berkedok pendaftaran program bantuan pemerintah kembali marak beredar di media sosial dan dinilai berisiko merugikan masyarakat. Informasi palsu tersebut menyasar beragam program, mulai dari Program Keluarga Harapan (PKH), bantuan BLT untuk pelaku UMKM, hingga klaim bantuan alat dan mesin pertanian.

Modus yang kerap digunakan pelaku adalah mengarahkan calon korban ke tautan mencurigakan yang dibuat menyerupai laman resmi. Dari sana, korban diminta mengisi data pribadi sensitif, seperti NIK, nomor ponsel, hingga informasi rekening bank, dengan dalih pendaftaran atau pencairan bantuan. Dalam beberapa kasus, pelaku juga meminta sejumlah uang dengan alasan biaya administrasi atau percepatan pencairan.

Tautan phishing menjadi sarana utama penyebaran hoaks tersebut. Pelaku biasanya menciptakan kesan mendesak, misalnya dengan mencantumkan batas waktu pendaftaran atau janji akan dihubungi dalam waktu singkat, agar masyarakat segera bertindak tanpa melakukan verifikasi.

Sejumlah contoh hoaks pendaftaran bantuan pemerintah yang beredar di Facebook pada April 2026 antara lain sebagai berikut.

1. Klaim tautan pendaftaran PKH tahap 3 untuk balita hingga lansia
Salah satu unggahan pada 22 April 2026 memuat klaim “link pendaftaran PKH tahap ke-3” dengan rincian nominal bantuan untuk beberapa kategori penerima, serta menyebut adanya batas pendaftaran hingga 29 Desember 2025. Unggahan itu dilengkapi menu “daftar” yang mengarah ke tautan https://danabansoss.business.blog/. Saat dibuka, tautan tersebut mengarah ke halaman yang meminta data pribadi, seperti nama lengkap dan nomor Telegram.

2. Klaim tautan pendaftaran BLT UMKM 2026
Unggahan lain pada 26 April 2026 menyebarkan klaim pendaftaran “Bantuan BLT UMKM” dan mencantumkan tautan https://blt11.addres.cfd/bin/. Tautan tersebut menampilkan formulir digital yang meminta identitas, di antaranya nama lengkap, nomor telepon, dan alamat lengkap.

3. Klaim tautan pendaftaran bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) 2026
Pada 24 April 2026, beredar unggahan yang mengklaim pendaftaran bantuan alsintan 2026 dari Kementerian Pertanian. Unggahan itu menyertakan poster bertuliskan “Penyaluran Bantuan Alat Pertanian APBN Tahun 2026” serta tautan https://daftarssekargjuga.ciiliin.com/. Menu “daftar” pada unggahan tersebut mengarah ke halaman formulir yang meminta data pribadi, termasuk nama lengkap dan nomor Telegram.

Fenomena ini menunjukkan pentingnya kewaspadaan masyarakat terhadap tautan pendaftaran bantuan yang beredar di luar kanal resmi. Hoaks semacam ini tidak hanya berpotensi mencuri data pribadi, tetapi juga dapat berujung pada penipuan finansial, terutama bagi kelompok yang sedang membutuhkan bantuan.