Agnes Aditya Rahajeng dinobatkan sebagai pemenang Puteri Indonesia 2026 setelah bersaing dengan puluhan finalis dari berbagai daerah. Ajang yang digelar di Jakarta itu merupakan edisi ke-29 dan sekaligus mencatat kemenangan pertama bagi perwakilan Banten.
Nama Agnes sebelumnya dikenal publik sebagai kreator konten yang konsisten menyuarakan isu-isu sosial. Ia aktif memanfaatkan media digital untuk menyampaikan pesan inspiratif, terutama terkait kesehatan mental dan kesejahteraan (wellness). Bagi Agnes, kekuatan cerita dinilai dapat mendorong perubahan positif di masyarakat.
Perempuan kelahiran Amerika Serikat, 13 Januari 2000 ini memiliki latar pendidikan di bidang komunikasi. Ia merupakan lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Pelita Harapan, yang mendukung kemampuannya membangun narasi dan melakukan advokasi di ruang publik.
Agnes juga berasal dari keluarga yang dekat dengan dunia kontes kecantikan. Ia merupakan adik dari Maria Rahajeng, pemenang Miss Indonesia 2014. Meski demikian, Agnes disebut membangun jalannya sendiri dengan pendekatan yang relevan dengan generasi saat ini melalui dunia digital dan gerakan sosial.
Dalam aktivitas advokasinya, Agnes turut mengangkat isu perlindungan perempuan dan anak. Ia juga mengembangkan inisiatif bertajuk “Rahajeng Closet”, sebuah gerakan yang mendorong pemanfaatan kembali pakaian layak pakai agar menjadi sesuatu yang bernilai guna dan berdampak sosial.
Kehadiran Agnes di Puteri Indonesia 2026 menegaskan pergeseran wajah kontes kecantikan modern yang tidak hanya menonjolkan penampilan, tetapi juga gagasan, kepedulian, dan aksi. Dari dunia konten kreator hingga panggung nasional, langkahnya menunjukkan bagaimana pengaruh digital dapat menjadi jembatan menuju perubahan yang lebih luas.

