Analis Nilai Komunikasi Istana Lebih Ringkas dan Tegas dalam Menjawab Isu Publik

Analis Nilai Komunikasi Istana Lebih Ringkas dan Tegas dalam Menjawab Isu Publik

JAKARTA — Analis komunikasi politik Hendri Satrio menilai terdapat perubahan dalam cara Istana Kepresidenan berkomunikasi dengan publik. Ia melihat gaya komunikasi yang sebelumnya terkesan spontan kini tampil lebih ringkas, tegas, dan langsung menjawab persoalan yang menjadi perhatian masyarakat.

“Saya melihat komunikasi politik Istana ada perbaikan ya, meski terkesan lebih spontan, tapi karena yang disampaikan terasa lebih tepat, lebih singkat, dan langsung ke pokok persoalan, pada akhirnya publik mendapatkan jawaban dari polemik tersebut,” kata Hendri Satrio dalam keterangan di Jakarta, Jumat (10/4).

Menurutnya, perubahan itu mulai terasa seiring makin aktifnya peran Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dalam merespons isu-isu yang berkembang. Ia menilai hal tersebut menunjukkan Istana tidak hanya berfokus pada kerja-kerja pemerintahan, tetapi juga berupaya memastikan hasilnya tersampaikan secara jelas kepada publik.

Hendri Satrio menilai keterlibatan Sekretaris Kabinet dalam menjelaskan isu-isu yang berkembang memberi kesan bahwa Istana mulai menata komunikasi sebagai bagian penting dari kerja pemerintah. Ia berpendapat, kerja yang baik perlu diikuti komunikasi yang jelas agar masyarakat tidak terus mempertanyakan kinerja pemerintah.

Ia juga menyoroti dampak pendekatan komunikasi tersebut terhadap ketenangan publik. Menurutnya, kehadiran Sekretaris Kabinet dan Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI dalam merespons isu-isu yang ramai dibicarakan tidak hanya menghasilkan pernyataan, tetapi juga kepastian bagi masyarakat.

Dari sisi nada komunikasi, ia menilai Istana yang sebelumnya kerap dinilai defensif kini bergerak ke arah yang lebih solutif. Ia menambahkan, publik cenderung menghargai komunikasi yang tegas dan tidak bertele-tele, serta menilai gaya tersebut belakangan terlihat lebih konsisten.

Karena itu, ia berpendapat pola komunikasi seperti ini perlu dipertahankan. Ia meyakini, jika konsistensi komunikasi terus dijaga, kepercayaan publik terhadap pemerintah akan semakin terbentuk dan masyarakat menjadi lebih tenang karena ada penjelasan yang disampaikan pemerintah.