Asosiasi Presisi Tanggapi Polemik Pernyataan Saiful Mujani, Ingatkan Risiko Turunnya Kepercayaan pada Riset

Asosiasi Presisi Tanggapi Polemik Pernyataan Saiful Mujani, Ingatkan Risiko Turunnya Kepercayaan pada Riset

JAKARTA — Perkumpulan Penyelenggara Riset Persepsi Publik Indonesia (Asosiasi Presisi) menyampaikan sikap terkait pernyataan Saiful Mujani dari SMRC yang memicu polemik. Asosiasi menyoroti isu ini karena Saiful Mujani juga tercatat sebagai bagian dari pengurus Asosiasi Presisi.

Ketua Umum Asosiasi Presisi Mohammad Anas RA mengatakan, sebagai organisasi yang menaungi lembaga riset persepsi publik di Indonesia, pihaknya memandang perlu menegaskan komitmen terhadap konstitusi dan demokrasi. Menurutnya, seluruh aktivitas riset dan ekspresi publik yang dilakukan anggota maupun tokoh dalam ekosistem riset harus berlandaskan prinsip konstitusional dan nilai demokrasi.

“Kami menolak secara tegas setiap bentuk pernyataan yang dapat dimaknai sebagai ajakan untuk menjatuhkan pemerintahan yang sah Presiden Prabowo Subianto—di luar mekanisme konstitusional yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia,” kata Anas, Selasa (7/4/2026).

Anas menilai pimpinan lembaga riset politik memiliki posisi strategis sebagai pembentuk opini publik. Karena itu, ia menekankan pentingnya kehati-hatian dalam berkomunikasi, kedewasaan dalam menyampaikan kritik, serta komitmen terhadap stabilitas sosial dan politik nasional.

Ia juga mengingatkan narasi yang berpotensi multitafsir dan memicu kegaduhan publik dapat dipandang sebagai kelalaian dalam menjaga tanggung jawab.

Selain itu, Asosiasi Presisi menegaskan kredibilitas lembaga survei dan riset bergantung pada integritas, objektivitas, dan independensi. Menurut Anas, pernyataan yang mengarah pada delegitimasi sistem demokrasi berpotensi merusak kepercayaan publik terhadap industri riset secara keseluruhan.