Badan Gizi Nasional (BGN) meminta seluruh mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) mempublikasikan menu harian program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui media sosial. Kebijakan ini ditujukan untuk memperkuat transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan program, sekaligus memberi ruang pemantauan langsung oleh masyarakat.
Wakil Kepala BGN Bidang Operasional Pemenuhan Gizi, Sonny Sonjaya, mengatakan unggahan yang diminta tidak hanya berupa daftar menu makanan. Menurut dia, informasi yang dipublikasikan juga harus mencantumkan kandungan gizi serta biaya penyediaan makanan dalam program MBG.
“BGN telah memerintahkan seluruh SPPG membuat media sosial sebagai sarana komunikasi antara SPPG dan masyarakat, dan wajib mengunggah menu makanan, kadar gizi, serta harga,” kata Sonny di Bandung, Minggu.
Sonny menjelaskan, keterbukaan informasi tersebut diharapkan membantu masyarakat menilai apakah menu yang disajikan telah sesuai dengan standar gizi yang ditetapkan. Program MBG sendiri menyasar kelompok penerima manfaat, antara lain ibu hamil, ibu menyusui, bayi, serta peserta didik di berbagai jenjang pendidikan.
Selain memantau, masyarakat juga dipersilakan menyampaikan kritik atau protes kepada SPPG apabila menemukan menu yang dinilai tidak layak atau tidak sesuai standar. “Apabila tidak sesuai, masyarakat bisa protes. Itu salah satu bentuk transparansi dan akuntabilitas publik,” ujarnya.
Sonny menambahkan, masyarakat dapat membagikan informasi terkait menu MBG melalui media sosial selama tujuannya mendorong perbaikan layanan. Meski demikian, ia menyarankan agar laporan terlebih dahulu disampaikan kepada pihak SPPG agar dapat segera ditindaklanjuti.
“Kalau tujuannya untuk memperbaiki, silakan datangi SPPG-nya dan minta dilakukan perbaikan. Tetapi kalau tujuannya untuk memviralkan di media sosial, tentu kembali kepada niat masing-masing. Kami tidak bisa melarang,” kata Sonny.

