PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) menegaskan komitmennya memperkuat kualitas ruang informasi publik melalui kolaborasi strategis bersama Forum Pemimpin Redaksi (Forum Pemred). Upaya ini dilakukan di tengah disrupsi digital dan banjir informasi yang kerap sulit diverifikasi.
BRI menilai dukungan terhadap jurnalisme berkualitas penting untuk menjaga stabilitas ekonomi sekaligus membangun serta merawat kepercayaan publik. Dalam konteks lanskap komunikasi yang terus berubah, sinergi antara sektor perbankan dan media dinilai semakin relevan.
Komitmen tersebut disampaikan dalam forum silaturahmi bertajuk Buka Puasa Bersama Pemimpin Redaksi yang digelar di BRILiaN Club Jakarta. Acara ini dihadiri jajaran Direksi BRI serta puluhan pemimpin redaksi media nasional, termasuk Direktur Utama BRI Hery Gunardi dan Wakil Direktur Utama Viviana Dyah Ayu R K.
Dalam pertemuan itu, Hery memaparkan sejumlah isu sebagai pengantar diskusi, mulai dari economic outlook hingga gambaran lanskap industri perbankan yang memuat tantangan dan peluang sektor keuangan ke depan. BRI juga menyampaikan kinerja perseroan hingga Triwulan IV 2025 sebagai bagian dari upaya transparansi agar informasi di ruang publik tersampaikan secara utuh dan berimbang.
Sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan jurnalisme, BRI menyalurkan bantuan senilai Rp250 juta kepada Yayasan Forum Pemred. Dana tersebut dialokasikan untuk pelaksanaan Program Jurnalisme Berkualitas.
Hery menekankan forum tersebut tidak sekadar seremoni Ramadan, melainkan ruang dialog strategis untuk memperkuat komunikasi yang terbuka dan konstruktif antara BRI dan insan media. “Momentum Ramadan kali ini pun menjadi pengingat bahwa kolaborasi yang dilandasi niat baik, saling memahami, dan saling menghormati akan memperkuat keberlanjutan bersama. Melalui kegiatan ini, BRI berharap sinergi yang telah terjalin dapat semakin solid, serta dapat membangun komunikasi yang kian selaras dan konstruktif ke depan, sehingga memberikan nilai tambah bagi institusi, masyarakat, serta perekonomian nasional,” ujar Hery.
Ia menambahkan, sebagai institusi keuangan yang bertumpu pada kepercayaan publik, BRI menjunjung tinggi transparansi dan akuntabilitas. Menurutnya, nilai tersebut sejalan dengan peran media sebagai penjaga arus informasi yang akurat dan berimbang.
Sekretaris Jenderal Forum Pemred Irfan Djunaidi mengapresiasi dukungan BRI. Ia menilai isu jurnalisme berkualitas berkaitan langsung dengan ketahanan ekonomi dan kedaulatan informasi. “Terimakasih kepada BRI yang telah berkomitmen untuk mendukung program peningkatan jurnalisme yang berkualitas. Kita sadar hari ini betapa ruang informasi kita begitu bercampur antara konten yang berkualitas dengan konten yang tidak berkualitas. Masyarakat juga kerap kesulitan membedakan informasi yang benar dan yang keliru. Dengan demikian, situasi yang dihadapi oleh media saat ini tidaklah mudah,” kata Irfan.
Dalam paparan kinerja hingga akhir 2025, BRI mencatat total aset tumbuh 7,2% secara tahunan menjadi Rp2.135 triliun. Dari sisi pendanaan, dana pihak ketiga meningkat 7,4% menjadi Rp1.467 triliun.
Pada aspek intermediasi, penyaluran kredit tumbuh 12,3% menjadi Rp1.521 triliun dengan fokus pada segmen UMKM. Kinerja tersebut turut mendorong peningkatan laba. “Perbaikan fundamental kinerja BRI tersebut berdampak positif terhadap capaian laba perseroan. Hingga akhir Triwulan IV 2025 BRI berhasil mencetak laba bersih sebesar Rp57,132 triliun,” ujar Hery.
Di luar capaian finansial, BRI juga menyampaikan komitmennya dalam pemberdayaan ekonomi kerakyatan. Hingga akhir 2025, lebih dari 5 ribu Desa BRILiaN telah dibina untuk memperkuat ekosistem desa.
Program KlasterkuHidupku disebut telah mengembangkan 42 ribu klaster usaha di berbagai daerah. Selain itu, lebih dari 14,9 juta pelaku UMKM difasilitasi melalui platform LinkUMKM. BRI juga membina 54 Rumah BUMN dan menyelenggarakan lebih dari 18 ribu pelatihan untuk meningkatkan kapasitas serta daya saing UMKM.
Menutup diskusi, Hery menekankan pentingnya membangun kepercayaan sebagai fondasi stabilitas dan pertumbuhan, serta menilai media memiliki peran strategis dalam menjaga kepercayaan tersebut. “Dari kebersamaan dan dialog yang kita bangun kali ini, saya meyakini satu hal yang sangat penting, yakni kepercayaan adalah fondasi utama dalam menjaga stabilitas dan pertumbuhan. Dan dalam membangun kepercayaan tersebut, peran media memiliki arti yang sangat strategis bagi kita semua,” pungkasnya.
Melalui kolaborasi ini, BRI berharap sinergi dengan insan media terus berkembang. Dukungan terhadap jurnalisme berkualitas dipandang sebagai investasi jangka panjang bagi stabilitas ekonomi dan kualitas demokrasi di Indonesia.

