Cinema XXI Tanggapi Usulan Produser soal Transparansi Jumlah Penonton Film di Bioskop

Cinema XXI Tanggapi Usulan Produser soal Transparansi Jumlah Penonton Film di Bioskop

Perwakilan jejaring bioskop Cinema XXI, Aan, menanggapi usulan sejumlah produser film Indonesia terkait transparansi jumlah penonton film yang sedang tayang di bioskop. Usulan itu disampaikan oleh produser seperti Dipa Andika (Imajinari), Manoj Punjabi (MD Pictures), dan Angga Dwimas Sasongko (Visinema Pictures).

Dipa Andika dan Manoj Punjabi menyampaikan pandangan bahwa bioskop sebaiknya memiliki aplikasi khusus yang dapat menampilkan jumlah penonton secara real-time sehingga bisa diketahui publik. Menurut mereka, keterbukaan data penonton juga dapat menjelaskan alasan sebuah film harus turun layar meski baru dirilis, misalnya setelah sepekan penayangan.

Dalam Diskusi RUU Perfilman di Kementerian Kebudayaan pada Rabu (6/5/2026), Aan menyatakan pihaknya tidak mempermasalahkan keterbukaan angka penonton. “Nah, kalau hal-hal lain seperti misalnya angka, membuka angka-angka jumlah penonton. Menurut saya kita semua enggak ada masalah dengan angka, Pak. Kita semua bersedia untuk melakukan itu,” kata Aan.

Aan menyebut Cinema XXI, termasuk jejaring bioskop lain seperti CGV dan Cinepolis, dapat merilis angka penonton sesuai permintaan para produser. Namun, ia menilai usulan tersebut tidak perlu dimasukkan dalam pembahasan RUU Perfilman terbaru.

“Tapi ini kan enggak perlu masuk undang-undang, Pak. Ini cukup kesepakatan di antara industri,” ujar Aan.

Dalam diskusi yang sama, Aan menekankan bahwa kekhawatiran utama jejaring bioskop justru terkait aturan mengenai pembajakan. Ia menilai, di tengah kemajuan teknologi, pembajakan semakin mudah dilakukan, sementara UU Perfilman yang berlaku saat ini dianggap belum sepenuhnya dapat melindungi pelaku usaha bioskop dan produsen film.