Bek Timnas Indonesia, Dean James, mengaku lega setelah kembali diizinkan bermain di Liga Belanda bersama Go Ahead Eagles. Ia sebelumnya menjadi sorotan dalam isu yang ramai disebut paspoortgate, menyusul pengaduan yang diajukan NAC Breda kepada Federasi Sepak Bola Belanda (KNVB).
Nama Dean James ikut disorot setelah ia tampil dalam kemenangan 6-0 Go Ahead Eagles atas NAC Breda. NAC menuding ia bermain sebagai pemain ilegal dan beranggapan James seharusnya mengurus izin kerja baru setelah menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) pada Maret 2025. Laporan tersebut kemudian menjadi pembicaraan di media-media Belanda dan membuat James sempat menepi.
Perkembangan terbaru, permintaan NAC Breda untuk mengulang pertandingan melawan Go Ahead Eagles ditolak oleh Jaksa Independen KNVB. Selain itu, Dinas Imigrasi dan Naturalisasi Belanda juga telah resmi memberikan izin kerja bagi Dean James. Dengan demikian, ia kembali dapat merumput bersama klubnya.
“Semuanya berjalan baik. Saya senang bisa bermain sepak bola lagi. Rasanya sangat aneh,” kata Dean James, dikutip dari Voetbalprimeur. Ia menjelaskan periode penuh tekanan itu bermula sekitar dua minggu sebelumnya, ketika pemberitaan mulai menyebar luas.
“Bagi saya, itu dimulai dua minggu lalu. Saat itulah beritanya tersebar di media. Saya benar-benar tidak tahu harus berbuat apa dan menerima banyak pesan,” ujarnya. James juga menggambarkan situasi saat ia akhirnya tidak bisa bermain dan harus berlatih sendiri. “Kemudian akhirnya saya diskors. Itu sangat aneh, sedikit mirip dengan masa pandemi corona. Saya harus berlatih sendiri. Saya senang bisa kembali ke lapangan,” tambahnya.
Dalam proses penyelesaian masalah, James menyebut dirinya segera menghubungi pengacara. Ia juga menceritakan momen ketika informasi pengaduan itu pertama kali ia ketahui. “Direktur teknik kami (Go Ahead Eagles), Jan Willem van Dop, menarik saya keluar dari gym dan berkata: NAC ingin mengajukan pengaduan. Saya tidak tahu apa yang sedang terjadi, karena saya tiba-tiba melihatnya di media juga,” kata James.
Ia menilai pihak klub, agen, dan pengacaranya telah bekerja membantu situasi tersebut. “Saya memiliki pengacara yang melakukan pekerjaan dengan baik, seperti halnya klub dan agen saya, tentu saja,” ujarnya. Menurut James, kondisi ketika tiba-tiba tidak diizinkan bermain, bahkan tidak diperkenankan datang ke klub, menjadi pengalaman yang tidak menyenangkan.
Di tengah derasnya pemberitaan, James mengaku memilih menjauh dari media dan mematikan ponselnya agar tidak terbebani. “Pada titik tertentu, saya mematikan ponsel saya. Jika Anda terus membaca itu, Anda akan mulai membuat diri Anda gila,” ucapnya. Ia menyebut pada empat atau lima hari pertama tidak ada kabar, sebelum kemudian ia melakukan pembicaraan dengan pengacara dan agennya.
James menegaskan keinginannya untuk segera kembali bermain, termasuk bersama Timnas Indonesia. “Saya hanya ingin terus bermain untuk Indonesia. Saya tidak senang dengan itu (pengaduan dari NAC, red.), mari kita sudahi saja,” tutupnya.

