Berbagai informasi palsu atau hoaks kembali mencatut nama minimarket Indomaret. Sejumlah klaim menyesatkan itu beredar melalui media sosial dan aplikasi percakapan, dengan narasi yang beragam—mulai dari isu kebijakan pemerintah, tuduhan terkait konflik internasional, hingga iming-iming hadiah uang.
Salah satu hoaks yang beredar memuat klaim bahwa Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto akan menutup Indomaret dan Alfamart demi koperasi desa. Klaim tersebut beredar di Facebook, salah satunya diunggah pada 23 Februari 2026, disertai foto sang menteri dan narasi “Menteri Desa akan Tutup Alfamart - Indomaret Demi Koperasi Desa”.
Hoaks lain muncul dalam bentuk video yang mengklaim Alfamart dan Indomaret mengirimkan makanan ke militer Israel. Unggahan itu beredar di Facebook pada 30 Juni 2024. Video menampilkan sejumlah orang duduk berjajar di depan meja berisi makanan dan minuman, disertai ucapan berbahasa Inggris yang berterima kasih atas “donation” dan “lunch together”. Pada video juga tertulis klaim “ucapan terimakasih dari militer Israel” serta ajakan boikot, dengan keterangan unggahan yang mempertanyakan apakah publik masih berbelanja di kedua minimarket tersebut.
Selain itu, beredar pula klaim Indomaret membagikan uang Rp 700 ribu dalam rangka ulang tahun ke-34. Informasi ini menyebar melalui WhatsApp dalam bentuk tautan. Saat tautan diklik, muncul halaman situs dengan tulisan “Indomaret 34th Anniversary Limited Time Gift” dan narasi bahwa pengisi kuesioner berkesempatan mendapatkan 700.000 rupiah.
Rangkaian klaim tersebut menjadi contoh hoaks yang menggunakan nama perusahaan ritel besar untuk menarik perhatian publik. Masyarakat diimbau lebih waspada terhadap informasi yang beredar di media sosial maupun aplikasi percakapan, terutama yang menyertakan narasi provokatif atau tautan tertentu.

