Program Sore Ceria RRI Pro 2 Palembang, Rabu (15/4/2026), menghadirkan Fahrani Mutia Khanza (14), remaja asal Palembang yang dikenal sebagai pendiri gerakan advokasi Fahrani Inspire. Inisiatif ini bergerak pada isu sosial dan lingkungan dengan fokus mengajak generasi muda lebih peduli melalui langkah-langkah sederhana.
Dalam dialog tersebut, Fahrani menjelaskan bahwa Fahrani Inspire lahir dari keinginannya mendorong kepedulian remaja terhadap lingkungan dan persoalan sosial. “Saya mendirikan Fahrani Inspire untuk mengajak generasi muda lebih peduli pada lingkungan dan isu sosial, dimulai dari hal sederhana,” ujarnya.
Salah satu aksi yang disampaikan Fahrani adalah edukasi pemilahan sampah. Ia menuturkan, dari percobaan sederhana yang dilakukannya, bahan kain lebih mudah terurai dibandingkan plastik dan kertas. “Dari percobaan yang saya lakukan, kain lebih mudah terurai dibandingkan plastik, sehingga kita perlu mulai mengurangi penggunaan plastik,” jelasnya.
Menurut Fahrani, edukasi pemilahan sampah dapat menjadi langkah kecil yang memberi dampak luas jika dilakukan bersama-sama. “Edukasi pemilahan sampah adalah langkah kecil, tapi berdampak besar jika dilakukan bersama-sama,” katanya.
Selain isu lingkungan, Fahrani Inspire juga menjalankan kegiatan sosial kemasyarakatan, seperti mengunjungi keluarga kurang mampu, panti asuhan, serta panti lanjut usia. Fahrani menilai aktivitas tersebut penting untuk menumbuhkan empati dan kepedulian. “Kegiatan sosial seperti mengunjungi panti asuhan dan lansia mengajarkan kita arti empati dan kepedulian,” ungkapnya.
Di sisi lain, Fahrani juga mengembangkan kemampuan diri dengan mengikuti pelatihan modeling dan public speaking di Bmodel School. Ia mengatakan, upaya tersebut membantunya lebih percaya diri dalam menyampaikan pesan-pesan positif. “Mengembangkan diri, seperti belajar public speaking, membantu saya lebih percaya diri menyampaikan pesan positif,” tuturnya.
Menutup perbincangan, Fahrani mengajak generasi muda untuk berani memulai perubahan dari kebiasaan sehari-hari. “Jangan ragu untuk memulai perubahan, karena semua bisa dimulai dari langkah kecil,” pungkasnya.

