Pengurus Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kupang menggelar audiensi dengan Pemerintah Kota Kupang untuk membahas sejumlah isu strategis, terutama tingginya angka kekerasan serta perceraian yang berdampak pada perempuan dan anak di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Audiensi tersebut dipimpin Ketua GMNI Kupang Jacson Marcus, didampingi Wakil Ketua Bidang Advokasi dan Kemasyarakatan. Rombongan diterima Wakil Wali Kota Kupang Serena Francis di ruang kerjanya.
Dalam pertemuan itu, Jacson menyampaikan kesiapan GMNI untuk berperan sebagai mitra pemerintah dalam memperluas jangkauan program. Ia juga membuka peluang agar anggota perempuan GMNI dapat menjadi sasaran Program Ina Kasih.
Menanggapi hal tersebut, Serena Francis mengapresiasi kepedulian dan inisiatif GMNI Kupang terhadap isu perempuan dan anak. Ia menegaskan Pemerintah Kota Kupang terbuka untuk berkolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk organisasi mahasiswa.
Serena menjelaskan Program Ina Kasih tidak hanya berfokus pada pemberian bantuan, tetapi juga mencakup edukasi dan sosialisasi kepada perempuan maupun laki-laki. Materi yang disampaikan meliputi kesehatan reproduksi, kesadaran sosial, serta upaya pencegahan kekerasan. Pernyataan itu disampaikan pada Selasa, 21 April 2026.
Audiensi tersebut diharapkan menjadi langkah awal penguatan sinergi antara Pemerintah Kota Kupang dan GMNI dalam mendorong pemberdayaan perempuan serta penanganan isu-isu sosial secara lebih efektif dan berkelanjutan.

