Hari Jadi ke-110 Sleman: Refleksi Amanah Rakyat, Dorong Transparansi dan Pembangunan Berkelanjutan

Hari Jadi ke-110 Sleman: Refleksi Amanah Rakyat, Dorong Transparansi dan Pembangunan Berkelanjutan

Kabupaten Sleman memperingati Hari Jadi ke-110 dengan mengusung tema “Nggendong Mikul Murih Rahayuning Sleman”. Tema ini menjadi momentum refleksi bagi pemerintah daerah bahwa penyelenggaraan pemerintahan merupakan amanah dari rakyat, sekaligus ajakan untuk merawat dan memikul tanggung jawab bersama demi keselamatan dan kesejahteraan masyarakat.

Bupati Sleman Harda Kiswaya menegaskan peringatan hari jadi menjadi sarana evaluasi bagi seluruh jajaran pemerintahan, termasuk DPRD, agar konsisten menjalankan tugas sesuai mandat masyarakat. Ia menyebut momen ini penting untuk mengukur capaian yang telah dilakukan sekaligus mengidentifikasi hal-hal yang masih perlu ditingkatkan.

Harda berharap peringatan Hari Jadi ke-110 dapat mendorong peningkatan transparansi dan akuntabilitas tata kelola pemerintahan, sehingga hasil pembangunan dapat dirasakan secara merata. Menurutnya, kritik dan saran dari publik merupakan instrumen penting agar arah kebijakan tetap berpihak pada kepentingan masyarakat. “Pemerintahan ini untuk rakyat, bukan yang lain,” tegasnya, Senin (4/5/2026).

Dalam arah pembangunan, Pemerintah Kabupaten Sleman mengacu pada visi “Membangun Masyarakat Kabupaten Sleman yang Maju, Adil, Makmur, Lestari, dan Berkeadaban.” Salah satu program unggulan yang disebutkan adalah “dalane alus, dalane padhang”, yang diarahkan untuk menggerakkan aktivitas dan pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui peningkatan kualitas jalan dan penerangan.

Pemkab Sleman juga memperkuat infrastruktur pertanian melalui koordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSSO) untuk pengembangan jaringan irigasi. Di sektor kesehatan, Sleman mencatat capaian Universal Health Coverage (UHC) hingga 98 persen melalui kolaborasi dengan BPJS, dengan target berikutnya mencapai 100 persen agar seluruh masyarakat memperoleh akses layanan kesehatan.

Sementara itu, Ketua Umum Panitia Hari Jadi ke-110 Kabupaten Sleman, Dwi Anta Sudibya, menjelaskan tema peringatan diambil dari RPJMD tahun kedua (2026) dan mencerminkan pentingnya sinergi antara pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan dalam pembangunan daerah.

Rangkaian kegiatan peringatan diisi berbagai agenda, mulai dari bakti sosial hingga pemeriksaan kesehatan gratis yang dijadwalkan pada 5–7 Mei 2026 di Sleman City Hall. Panitia juga menyiapkan temu Purna Bhakti Praja yang akan diikuti ratusan pensiunan.

Selain kegiatan sosial, peringatan turut dimeriahkan agenda budaya seperti festival dalang, pentas jatilan, serta doa lintas agama dan sholawatan. Puncak peringatan dijadwalkan berlangsung pada 24 Mei 2026 di Lapangan Denggung dengan melibatkan sekitar 3.000 peserta dari berbagai elemen masyarakat.

Pemerintah Kabupaten Sleman menegaskan seluruh rangkaian kegiatan dilaksanakan dengan prinsip efisiensi anggaran dan akuntabilitas. Dengan pendekatan tersebut, peringatan hari jadi diharapkan tidak berhenti sebagai seremoni, melainkan memberi dampak nyata bagi masyarakat.