Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN Kalimantan Timur (Kaltim) menegaskan penguatan peran keluarga sebagai upaya mengurai berbagai isu kependudukan, mulai dari pernikahan usia dini, kesehatan ibu dan anak, stunting, hingga peningkatan kualitas lansia.
Sekretaris Mendukbangga/Sekretaris BKKBN Budi Setiyono mengatakan keluarga memiliki peran dominan dalam pencegahan pernikahan dini. Menurutnya, upaya tersebut dapat dilakukan melalui pengasuhan, pendidikan karakter, penanaman nilai agama, serta komunikasi terbuka antara orang tua dan anak.
“Peran keluarga sangat dominan terhadap pencegahan pernikahan dini melalui pengasuhan, pendidikan karakter, penanaman nilai agama, serta komunikasi terbuka antara orang tua dan anak,” kata Budi dalam Zoom meeting di Samarinda, Rabu.
Budi hadir sebagai narasumber utama dalam Rapat Koordinasi Daerah Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) Tingkat Provinsi Kalimantan Timur 2026 yang digelar BKKBN Perwakilan Kaltim.
Ia menambahkan, orang tua berperan penting dalam mengawasi pergaulan anak, menanamkan pemahaman tentang risiko kesehatan reproduksi, serta memberi semangat agar anak mengejar pendidikan sehingga tidak terpikir untuk menikah di usia muda.
Dalam kesempatan itu, Budi juga menekankan pentingnya keterlibatan ayah dalam keluarga. Ia menyebut pengasuhan anak tidak seharusnya hanya menjadi tanggung jawab ibu, karena ayah dan ibu perlu saling melengkapi dalam mendampingi anak.
Sejalan dengan hal tersebut, Kemendukbangga/BKKBN terus memperkuat Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI). Program ini berfokus pada pencegahan fenomena fatherless atau kurangnya figur ayah, penurunan stunting, serta pembentukan karakter anak yang mandiri dan berdaya saing, sekaligus mendorong terwujudnya keluarga harmonis.
“Tujuan utama dari program GATI ini adalah untuk meningkatkan peran aktif, keterlibatan emosional, dan tanggung jawab ayah dalam pengasuhan, perlindungan, serta pendidikan anak sejak dini,” ujar Budi.
Rapat koordinasi daerah yang dihadiri sekitar 100 peserta itu juga diwarnai penyerahan piagam penghargaan oleh Kepala BKKBN Perwakilan Provinsi Kaltim Nurizky Permanajati kepada kabupaten/kota dengan capaian terbaik dalam program Bangga Kencana.
Penghargaan Penyusunan Dokumen Peta Jalan Pembangunan Kependudukan (PJPK) Tercepat Tahun 2025 diraih Kabupaten Kutai Kartanegara, sementara PJPK dengan nilai telaah dokumen tertinggi 2025 diraih Kota Samarinda.
Untuk capaian pembinaan kesertaan ber-KB tingkat Provinsi Kaltim 2025, terbaik 1 diraih Kutai Kartanegara, terbaik 2 Kabupaten Penajam Paser Utara, dan terbaik 3 Kabupaten Berau.
Adapun capaian quick win program Pembangunan Keluarga (TAMASYA, GATI, SIDAYA) 2025, terbaik 1 diraih Samarinda, terbaik 2 Berau, dan terbaik 3 Kota Balikpapan.
Sementara apresiasi pelaksana DAK nonfisik—Bantuan Operasional Keluarga Berencana (BOKB) untuk penyerapan anggaran tertinggi 2025 diraih Balikpapan, disusul Kutai Kartanegara di posisi kedua dan Kota Samarinda di posisi ketiga.

