Ketua Komisi IV DPRD Sumatera Barat (Sumbar), Doni Harsiva Yandra, menilai ancaman terhadap generasi muda di Sumbar kian nyata. Ia menyoroti persoalan narkoba, fenomena sosial termasuk LGBT, serta stunting sebagai isu yang perlu segera ditangani melalui langkah yang konkret dan terukur.
Pernyataan itu disampaikan Doni saat menerima audiensi mahasiswa dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat ISIP dan Himpunan Mahasiswa Ilmu Politik (HIMAPO) Universitas Andalas di Ruang Khusus II DPRD Sumbar, Padang, Kamis (30/4/2026).
Dalam pertemuan tersebut, mahasiswa menyoroti meningkatnya kasus narkoba, berkembangnya fenomena LGBT dalam dinamika sosial masyarakat, serta tingginya angka stunting di Sumbar. Ketiga isu itu dinilai bukan lagi persoalan biasa, melainkan ancaman serius bagi kualitas generasi muda dan masa depan daerah.
Menanggapi hal itu, Doni menegaskan kondisi tersebut tidak bisa dianggap sepele dan menyebut situasi sudah berada pada titik yang mengkhawatirkan. “Masalah narkoba, penyimpangan sosial, dan kenakalan remaja ini sudah mengkhawatirkan. Semua pihak harus serius menangani. Tidak boleh ada pembiaran,” ujarnya.
Ia mengatakan akan mendorong pihak terkait untuk bergerak cepat agar persoalan tersebut tidak berlarut. “Kita akan dorong pihak terkait agar persoalan ini tidak berlarut dan segera teratasi,” tambahnya.
Menurut Doni, narkoba merupakan ancaman langsung yang dapat merusak masa depan generasi muda. Sementara stunting berdampak pada kualitas kesehatan dan kecerdasan. Adapun fenomena sosial termasuk LGBT, dalam konteks dinamika masyarakat, menurutnya perlu direspons melalui pendekatan edukatif dan preventif.
“Narkoba ini jelas merusak masa depan. Generasi muda harus dilindungi dan dibekali pemahaman yang kuat. Ini bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tanggung jawab bersama, gerakan bersama,” kata Doni yang juga Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Sumbar.
Ia menekankan masa depan Sumbar sangat ditentukan oleh kualitas generasi muda saat ini. “Ke depan, nasib daerah ini ada di tangan anak muda hari ini. Karena itu, mereka harus disiapkan dengan baik,” tegasnya.
Untuk langkah lanjutan, Doni mendorong penguatan edukasi di lingkungan pendidikan, pencegahan narkoba secara masif, serta percepatan penanganan stunting. Ia juga menilai kolaborasi lintas sektor diperlukan agar setiap langkah yang diambil berjalan efektif dan berkelanjutan.
“Ini tidak bisa ditunda. Harus ada langkah nyata, terukur, dan berkelanjutan agar generasi muda kita benar-benar terlindungi,” tutupnya.

