KNPI Nunukan Gelar Kongkow Pemuda, Bahas Isu Sosial hingga Stabilitas Kamtibmas

KNPI Nunukan Gelar Kongkow Pemuda, Bahas Isu Sosial hingga Stabilitas Kamtibmas

Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Nunukan menggelar kegiatan “Kongkow Pemuda” sebagai ruang konsolidasi lintas organisasi kepemudaan dan kemahasiswaan di Nunukan, Senin (13/4/2026). Forum ini diarahkan untuk memperkuat kolaborasi sekaligus merespons berbagai isu yang dinilai penting bagi daerah.

Ketua KNPI Nunukan, Mohd Ramdan, menyebut kegiatan tersebut menjadi momentum untuk menyatukan visi serta memperkuat peran strategis pemuda dalam menghadapi tantangan di Kabupaten Nunukan. Menurutnya, forum tidak berhenti pada pertemuan seremonial, melainkan berkembang menjadi ruang pertukaran gagasan dan penyusunan langkah konkret.

Ramdan menjelaskan, sejumlah topik utama dibahas dalam diskusi, mulai dari perlindungan perempuan dan anak dari tindak pelecehan seksual, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) pemuda melalui pendidikan dan pelatihan, hingga penguatan peran pemuda dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Ia menekankan pentingnya peran kolektif pemuda sebagai agen perubahan sosial. Ramdan juga menyoroti perlunya pendekatan kolaboratif yang melibatkan organisasi, masyarakat, serta aparat penegak hukum agar solusi yang dihasilkan dapat berjalan efektif dan berkelanjutan.

Kehadiran Kapolres Nunukan dalam forum tersebut disebut mempertegas komitmen sinergi antara KNPI, organisasi kepemudaan (OKP), dan Polres Nunukan. Sinergi ini diharapkan memperkuat komunikasi, meningkatkan kepercayaan publik, serta mendorong pendekatan yang lebih humanis dalam menjaga keamanan dan ketertiban di tengah masyarakat.

Ramdan menegaskan KNPI akan terus berperan sebagai jembatan aspirasi pemuda. KNPI, kata dia, berkomitmen menghadirkan program yang relevan dengan kebutuhan generasi muda sekaligus mendorong keterlibatan aktif pemuda dalam pembangunan daerah berbasis potensi lokal.

Selain itu, KNPI juga berencana memperkuat gerakan literasi sosial, kepemimpinan pemuda, serta peningkatan kesadaran hukum di kalangan generasi muda. Ramdan menilai langkah tersebut penting agar pemuda tidak hanya memiliki wawasan, tetapi juga mampu bertindak bijak dan bertanggung jawab dalam kehidupan bermasyarakat.

Ia berharap “Kongkow Pemuda” dapat menjadi agenda rutin yang melahirkan jaringan kolaborasi yang kuat antarpemuda di Nunukan. Menurutnya, semangat kebersamaan dan kepedulian menjadi modal bagi pemuda di wilayah perbatasan untuk mendorong perubahan positif serta memperkuat fondasi sosial di Kabupaten Nunukan.