Kompetisi Samsung Solve for Tomorrow 2026 Diluncurkan, Dorong Siswa Terapkan STEM untuk Masalah Sosial

Kompetisi Samsung Solve for Tomorrow 2026 Diluncurkan, Dorong Siswa Terapkan STEM untuk Masalah Sosial

Kompetisi nasional Samsung Solve for Tomorrow 2026 untuk siswa SMP dan SMA resmi diluncurkan dalam sebuah upacara di Taman Teknologi Tinggi Hoa Lac pada 11 April. Ajang ini diselenggarakan oleh Pusat Inovasi Nasional (NIC) bekerja sama dengan sejumlah unit terkait, dengan dukungan dan kemitraan dari Kementerian Pendidikan dan Pelatihan, Kementerian Sains dan Teknologi, Kementerian Keuangan, Komite Pusat Persatuan Pemuda Komunis Ho Chi Minh, serta Persatuan Asosiasi Sains dan Teknologi Vietnam.

Samsung Solve for Tomorrow pertama kali diluncurkan di Amerika Serikat pada 2010 dan mulai hadir di Vietnam pada 2019. Sejak itu, kompetisi ini berkembang menjadi kegiatan tahunan yang mendorong berpikir kreatif bagi pelajar usia 12–18 tahun. Berbagai ide yang lahir dari peserta diarahkan untuk menjawab persoalan nyata di masyarakat, mulai dari isu lingkungan, olahraga, pembangunan masyarakat berkelanjutan, hingga bidang teknologi baru. Kompetisi ini juga diposisikan sebagai ruang akademis yang membantu siswa mengasah pemikiran, keterampilan, dan kepercayaan diri di era digital.

Dalam pidatonya pada acara peluncuran, Direktur NIC Vu Quoc Huy menekankan bahwa dunia memasuki fase pembangunan baru, dengan ilmu pengetahuan dan teknologi, inovasi, serta transformasi digital sebagai pendorong utama pertumbuhan. Ia menyebut pendidikan STEM tidak lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan strategis bagi setiap negara. Menurutnya, banyak negara telah menjadikan STEM sebagai pilar pendidikan melalui investasi pada kurikulum terintegrasi, pembelajaran berbasis pengalaman, penelitian ilmiah, dan inovasi sejak jenjang menengah, dengan tujuan membekali generasi muda kemampuan berpikir ilmiah, kreativitas, pemecahan masalah, dan adaptasi terhadap tantangan global.

Wakil Menteri Keuangan Le Tan Can menyatakan kompetisi ini merupakan kegiatan penting yang dinilai dapat memperkuat peran pendidikan STEM dalam sistem pendidikan nasional, sekaligus mendukung kebijakan pengembangan sumber daya manusia berkualitas tinggi untuk kebutuhan ekonomi digital dan integrasi internasional.

Penyelenggara menilai pendekatan yang menghubungkan STEM dengan isu sosial, serta kolaborasi antara sektor publik dan swasta melalui kompetisi ini, diharapkan berkontribusi pada pembentukan generasi pelajar yang kuat secara akademis dan bertanggung jawab secara sosial, serta siap menciptakan dampak positif bagi masyarakat dan pembangunan negara.

Menurut penyelenggara, program Samsung Solve for Tomorrow 2026 akan berlangsung secara nasional dari April hingga Oktober, dengan dua kategori lomba: Kategori A untuk siswa SMP dan Kategori B untuk siswa SMA. Di bawah bimbingan guru, tim peserta didorong mengembangkan gagasan dalam salah satu dari tiga tema, yakni pembangunan lingkungan berkelanjutan melalui teknologi; penggabungan olahraga dan teknologi untuk mentransformasi masyarakat menuju pendidikan dan pembangunan masa depan; serta penerapan teknologi untuk pembangunan sosial berkelanjutan.

Selain pengajuan ide tertulis, program ini menetapkan persyaratan dan peta jalan untuk mendorong inisiatif berkembang menjadi solusi praktis yang dapat diterapkan secara lokal, sehingga dapat membantu menjawab tantangan spesifik di masyarakat.

Kompetisi ini juga menyediakan bentuk dukungan bagi sekolah pemenang. Sekolah dengan tim juara pertama di setiap kategori akan menerima Lab STEM senilai 60.000 dolar AS dari Samsung, sementara sekolah dengan tim juara kedua di setiap kategori akan mendapatkan papan pintar interaktif. Program ini turut memberikan pengakuan kepada provinsi, kota, dan sekolah dengan persentase siswa tertinggi yang mengikuti pelatihan daring, sebagai upaya mendorong perluasan partisipasi belajar dan inovasi.