Muhaimin Minta Kelas Menengah dan Rentan Miskin Bersabar, Pemerintah Prioritaskan Tekan Kemiskinan Ekstrem

Muhaimin Minta Kelas Menengah dan Rentan Miskin Bersabar, Pemerintah Prioritaskan Tekan Kemiskinan Ekstrem

Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar meminta masyarakat kelas menengah dan kelompok rentan miskin bersabar terkait upaya penanganan kemiskinan yang disebut masih dilakukan secara bertahap.

Dalam Rapat Tingkat Menteri (RTM) di Jakarta, Senin, Muhaimin mengatakan pemerintah saat ini memprioritaskan penanganan kemiskinan ekstrem dan kemiskinan terlebih dahulu. Setelah pekerjaan tersebut selesai, pemerintah akan beralih menangani kelompok rentan miskin.

Muhaimin menyebut fokus pemerintahan Presiden Prabowo Subianto selama satu setengah tahun masih diarahkan untuk menurunkan jumlah penduduk miskin dan miskin ekstrem. Ia menegaskan pemerintah akan bergerak untuk mengatasi kelompok rentan miskin, namun menuntaskan kemiskinan ekstrem disebut sebagai langkah yang paling pokok.

Pemerintah menargetkan angka kemiskinan ekstrem dapat mencapai nol persen pada akhir 2026.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) 2026, jumlah masyarakat rentan miskin tercatat 67,93 juta jiwa atau mengalami kenaikan 24,12 persen. Sementara itu, jumlah masyarakat yang menuju kelas menengah tercatat 141,95 juta jiwa atau turun 50,41 persen.

Adapun jumlah masyarakat miskin tercatat 23,85 juta jiwa. Jumlah masyarakat kelas menengah mencapai 46,71 juta jiwa atau 16,59 persen, sedangkan kelas atas tercatat 1,18 juta jiwa atau 0,42 persen.

Dalam kesempatan lain saat pembukaan Rapat Kerja Nasional Ikatan Alumni Universitas Terbuka di Bogor, Jawa Barat, Kamis (9/4), Muhaimin menyatakan jumlah masyarakat rentan miskin masih sangat besar dan cenderung meningkat, yang menurutnya dipengaruhi krisis global.

Ia juga mengatakan pemerintah terus berupaya menjaga agar kelas menengah tidak turun kelas. Menurut Muhaimin, kelompok kelas menengah memiliki kerentanan terhadap goncangan ekonomi yang bersumber dari berbagai persoalan, baik nasional maupun global.