Para pemilih di komune Tan Ky dan Do Luong, Provinsi Nghe An, menyampaikan sejumlah usulan terkait kesejahteraan aparat tingkat akar rumput serta berbagai persoalan sosial, mulai dari pengelolaan lahan, kebijakan tunjangan, produksi pertanian, hingga infrastruktur dan lingkungan. Masukan itu disampaikan dalam pertemuan sosialisasi pemilih setelah Sidang Pertama Majelis Nasional ke-16.
Dalam pertemuan tersebut, Anggota Majelis Nasional sekaligus Presiden Persatuan Organisasi Persahabatan Vietnam, Phan Anh Son, mewakili Delegasi Anggota Majelis Nasional Provinsi Nghe An, menyampaikan informasi hasil sidang, menyosialisasikan undang-undang dan resolusi yang telah disahkan, serta melaporkan hasil penanganan dan tanggapan atas permintaan pemilih pada periode sebelumnya.
Para pemilih menyatakan persetujuan terhadap hasil sidang dan menilai positif inovasi dalam kegiatan Majelis Nasional beserta para anggotanya. Namun, mereka juga menyoroti sejumlah isu praktis yang dinilai berdampak langsung pada kehidupan masyarakat, seperti tanah, kebijakan, produksi pertanian, infrastruktur, lingkungan, dan kondisi sosial.
Di bidang pengelolaan lahan, sejumlah pendapat mendorong percepatan penerbitan sertifikat hak penggunaan lahan, penyelesaian sengketa lahan dan hutan, serta penyempurnaan regulasi kompensasi dan dukungan relokasi untuk menjamin hak-hak sah masyarakat. Pemilih juga meminta penguatan desentralisasi ke tingkat akar rumput dalam pekerjaan pembukaan lahan.
Terkait kebijakan dan peraturan, pemilih mengusulkan perhatian lebih pada dukungan perumahan bagi orang-orang yang berjasa, penyelesaian persoalan tunjangan bagi pejabat pensiunan jangka panjang dan pejabat paruh waktu, serta pertimbangan penerbitan kartu asuransi kesehatan bagi anggota asosiasi veteran. Mereka juga meminta peningkatan tunjangan dan perbaikan kondisi kerja bagi pejabat tingkat akar rumput, pejabat tingkat kecamatan dan desa, serta organisasi massa.
Masalah produksi pertanian turut menjadi sorotan. Pemilih mencermati tingginya harga perlengkapan pertanian, pupuk, dan pestisida, sementara pasar produk pertanian dinilai tidak stabil. Penyakit ternak disebut menambah risiko, dan isu keamanan pangan dipandang berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat. Berbagai usulan diajukan agar ada kebijakan yang dapat menstabilkan harga, mendukung produksi, peternakan, kehutanan, serta konsumsi produk pertanian.
Di komune Tan Ky, pemilih juga menekankan kebutuhan percepatan pembangunan jalan jembatan Rao–Khe Tray, pengecekan kualitas dan kemajuan proyek jalan Lac Ngan–Ba Ra, serta peningkatan sistem transportasi pedesaan. Mereka meminta alokasi modal investasi dilakukan secara terfokus dan tepat sasaran.
Salah satu pemilih, Tran Thi Hoa, menyoroti rendahnya tingkat dukungan bagi beberapa posisi di tingkat akar rumput seperti wakil kepala desa, sekretaris cabang Partai, dan ketua komite kerja Front Persatuan Nasional, sementara beban kerja disebut terus meningkat. Ia mengusulkan kajian kemungkinan peningkatan remunerasi bagi pejabat akar rumput dan pegawai negeri sipil tingkat kecamatan agar sepadan dengan tuntutan tugas.
Sementara itu, anggota dewan pemilih Dinh Xuan Son mengusulkan peninjauan dan penyesuaian sejumlah ketentuan terkait tunjangan bagi anggota asosiasi veteran serta pejabat tingkat kecamatan paruh waktu saat pensiun, dengan alasan perlunya keadilan dan kesesuaian dengan kondisi nyata.
Sejumlah persoalan lingkungan dan ketertiban lalu lintas juga disampaikan, termasuk banjir dan polusi di area belakang pasar baru, serta kendaraan yang parkir ilegal di persimpangan—terutama di Jalan Le Loi dan dekat gerbang sekolah—yang dinilai berpotensi membahayakan keselamatan lalu lintas.
Untuk investasi infrastruktur di wilayah pegunungan, pemilih meminta agar alokasi sumber daya tidak terlalu tersebar dan lebih fokus. Mereka juga mengusulkan perhatian pada pelestarian dan pemugaran peninggalan sejarah serta peningkatan fasilitas pusat kebudayaan di dusun dan desa.
Di komune Do Luong, warga melaporkan kendaraan berukuran besar dan kelebihan muatan yang mengangkut material bangunan melaju dengan kecepatan tinggi di Jalan Raya Nasional 7. Kondisi itu dinilai membahayakan keselamatan lalu lintas dan merusak infrastruktur, sehingga mereka meminta peningkatan inspeksi dan penindakan.
Selain itu, pemilih mengusulkan penerapan teknologi dalam manajemen, pembangunan mekanisme untuk mendukung dan mendorong staf non-spesialis, serta penyusunan rencana pemanfaatan aset publik secara efisien setelah penggabungan unit administrasi guna menghindari pemborosan.
Pada konferensi tersebut, para pemimpin lokal dan perwakilan departemen serta lembaga provinsi menerima, menjelaskan, dan mengklarifikasi berbagai isu yang berada dalam kewenangan mereka. Dalam pidatonya, Anggota Majelis Nasional Nguyen Sy Hoi—yang juga Mayor Jenderal, Wakil Ketua Komite Front Persatuan Nasional Vietnam tingkat provinsi, dan Ketua Asosiasi Veteran Provinsi—menyatakan mengakui seluruh pendapat pemilih dan menegaskan bahwa isu-isu dalam kewenangannya akan dihimpun serta diteruskan kepada instansi terkait untuk dipertimbangkan dan diselesaikan.
Konferensi itu dihadiri anggota Majelis Nasional dari Provinsi Nghe An, antara lain Mayor Jenderal Ngo Nam Cuong, Mayor Jenderal Nguyen Sy Hoi, dan Phan Anh Son, bersama perwakilan dari berbagai departemen, lembaga, dan daerah. Pada kesempatan tersebut, para anggota Majelis Nasional menyerahkan bantuan kepada masing-masing komune berupa 10 paket untuk keluarga miskin dan keluarga yang mengalami kesulitan, dengan setiap paket berisi uang tunai 1 juta VND serta bantuan berupa barang.

