Pemkab Sukabumi Dorong Sekber Sagaranten Jadi Pusat Kolaborasi Warga untuk Perkuat Kerukunan

Pemkab Sukabumi Dorong Sekber Sagaranten Jadi Pusat Kolaborasi Warga untuk Perkuat Kerukunan

Pemerintah Kabupaten Sukabumi mengedepankan pendekatan berbasis komunitas melalui pembangunan ruang kolaborasi warga di tengah meningkatnya tantangan sosial, mulai dari potensi konflik horizontal hingga melemahnya kohesi masyarakat.

Salah satu langkah yang ditonjolkan adalah kehadiran Sekretariat Bersama (Sekber) di Kecamatan Sagaranten. Fasilitas ini didorong menjadi pusat aktivitas sosial dan keagamaan, sekaligus penguat kerukunan masyarakat.

Bupati Sukabumi Asep Japar menyatakan Sekber tidak sekadar pembangunan fisik, melainkan bagian dari strategi jangka panjang untuk menjaga stabilitas sosial daerah. Menurutnya, ruang interaksi warga menjadi penting di tengah dinamika masyarakat yang semakin kompleks.

Ia menilai Sekber dapat menjadi tempat masyarakat membangun komunikasi, memperkuat silaturahmi, serta meredam potensi gesekan sosial sejak dini. “Kerukunan harus terus dijaga melalui interaksi yang intens dan kolaborasi nyata di tengah masyarakat,” ujarnya usai meresmikan Sekber Sagaranten di Kecamatan Sagaranten, Kamis (9/4/26).

Lebih lanjut, Sekber diarahkan sebagai pusat kegiatan produktif berbasis sosial dan keagamaan. Fungsi tersebut dinilai strategis karena dapat menyatukan berbagai elemen masyarakat dalam ruang dialog yang inklusif.

Selain itu, Sekber juga didorong menjadi wadah bertukar gagasan dan merumuskan solusi atas persoalan lokal, mulai dari isu sosial hingga pembangunan berbasis partisipasi warga. Konsep ini dipandang relevan dengan kebutuhan daerah saat ini, ketika pendekatan top-down dinilai tidak lagi memadai tanpa keterlibatan aktif masyarakat.

Asep Japar juga membuka peluang agar model Sekber di Sagaranten dapat direplikasi di wilayah lain, mengingat perannya yang dinilai potensial dalam memperkuat fondasi sosial masyarakat.

Dari sisi kewilayahan, keberadaan Sekber disebut menjadi tonggak penting dalam perjalanan pembangunan sosial di Sagaranten. Proses yang dimulai dari inisiatif masyarakat sejak 2021 menunjukkan pembangunan berbasis partisipasi memiliki daya tahan yang kuat.

Ke depan, tantangan utama tidak hanya pada pembangunan fisik, melainkan memastikan keberlanjutan fungsi Sekber sebagai pusat kolaborasi yang aktif dan berdampak. Peran berbagai pihak dipandang krusial agar Sekber tidak berhenti sebagai simbol, melainkan menjadi sarana menjaga harmoni, memperkuat nilai keagamaan, serta mendorong kemaslahatan umat secara lebih luas.