Pemerintah Kota Balikpapan terus memperkuat langkah strategis untuk menekan angka kemiskinan sekaligus menangani berbagai persoalan sosial, termasuk keberadaan orang telantar yang masih ditemukan di sejumlah titik kota.
Kepala Dinas Sosial Kota Balikpapan, Edy Gunawan, mengatakan isu sosial menjadi perhatian serius pemerintah dan memerlukan penanganan terpadu serta berkelanjutan. Ia menilai penanganan orang telantar tidak bisa dilakukan secara parsial dan harus melibatkan berbagai pihak, baik unsur pemerintah maupun masyarakat.
“Permasalahan orang telantar ini perlu penanganan bersama, tidak hanya dari pemerintah, tetapi juga dukungan masyarakat,” ujar Edy, Kamis (16/4/2026).
Menurut Edy, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci untuk menghasilkan solusi yang efektif terhadap persoalan sosial. Keterlibatan aktif masyarakat dinilai penting, terutama untuk membantu mendeteksi dan melakukan penanganan dini terhadap individu yang masuk kategori rentan dan terlantar.
Di tengah tantangan tersebut, Balikpapan mencatat capaian dengan menjadi daerah dengan tingkat kemiskinan terendah di Kalimantan Timur. Edy menyebut capaian ini didorong oleh berbagai program perlindungan sosial yang terintegrasi, pemberdayaan ekonomi masyarakat, serta intervensi yang tepat sasaran bagi kelompok rentan.
Meski demikian, Dinas Sosial Balikpapan menegaskan tidak akan berpuas diri. Penguatan program terus dilakukan melalui peningkatan kualitas data terpadu, penyaluran bantuan sosial yang lebih akurat, serta pembinaan berkelanjutan bagi masyarakat kurang mampu agar lebih mandiri secara ekonomi.
Selain fokus pada penurunan angka kemiskinan, pemerintah juga berupaya menciptakan lingkungan sosial yang aman, tertib, dan inklusif. Upaya itu antara lain melalui peningkatan pengawasan dan penanganan terhadap orang telantar agar tidak berkembang menjadi persoalan sosial yang lebih kompleks.
“Target kami bukan hanya menurunkan angka kemiskinan, tetapi juga memastikan masyarakat Balikpapan hidup dengan rasa aman dan nyaman,” tegas Edy.
Pemkot Balikpapan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif menjaga ketertiban sosial serta membantu penanganan kelompok rentan di lingkungan masing-masing. Sinergi pemerintah dan masyarakat dinilai penting untuk mewujudkan kota yang sejahtera dan berdaya saing.

