Pemkot Kupang dan GMNI Sepakat Perkuat Kolaborasi Penanganan Isu Perempuan

Pemkot Kupang dan GMNI Sepakat Perkuat Kolaborasi Penanganan Isu Perempuan

Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang, Nusa Tenggara Timur, dan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kupang sepakat memperkuat kolaborasi dalam penanganan isu perempuan, termasuk kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), kekerasan terhadap perempuan, serta penguatan Program Ina Kasih.

Wakil Wali Kota Kupang Serena Francis mengatakan Pemkot Kupang terbuka untuk berkolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk organisasi mahasiswa. Pernyataan itu disampaikan dalam pertemuan bersama Dewan Pengurus GMNI Kupang di Kupang, Kamis.

Dalam pertemuan tersebut, Ketua GMNI Kupang Jacson Marcus menyampaikan sejumlah persoalan sosial yang dinilai masih dihadapi perempuan di Kota Kupang. Ia menyoroti tingginya angka KDRT, kekerasan terhadap perempuan, serta perceraian yang disebut masih cukup tinggi dalam beberapa tahun terakhir.

Jacson juga menekankan pentingnya keterlibatan organisasi mahasiswa dalam mendukung program pemerintah, khususnya Program Ina Kasih yang telah berjalan di beberapa titik di Kota Kupang. Ia menyatakan kesiapan GMNI menjadi mitra pemerintah untuk memperluas jangkauan program, termasuk melibatkan anggota perempuan GMNI sebagai bagian dari sasaran Program Ina Kasih.

Selain penguatan program, GMNI mengusulkan kolaborasi dalam kegiatan edukatif, seperti dialog publik bertema perempuan. Kegiatan tersebut diusulkan untuk meningkatkan kesadaran mengenai KDRT, kekerasan seksual, dan persoalan sosial lainnya.

Menanggapi hal itu, Serena menyampaikan apresiasi atas kepedulian GMNI terhadap isu perempuan dan anak. Ia menjelaskan Program Ina Kasih menyasar perempuan dari keluarga rentan secara ekonomi untuk meringankan beban kebutuhan dasar.

Menurut Serena, Program Ina Kasih tidak hanya berfokus pada pemberian bantuan, tetapi juga mencakup edukasi dan sosialisasi kepada perempuan maupun laki-laki. Materinya meliputi kesehatan reproduksi, kesadaran sosial, serta upaya pencegahan kekerasan.

Serena juga menekankan perlunya pendekatan komprehensif dalam menangani persoalan sosial seperti KDRT dan perceraian. Upaya tersebut dapat dilakukan melalui edukasi pranikah, penguatan peran keluarga, serta peningkatan kesiapan generasi muda dari aspek mental dan ekonomi sebelum membangun rumah tangga.

Ia berharap audiensi tersebut menjadi langkah awal penguatan sinergi antara Pemkot Kupang dan GMNI dalam mendorong pemberdayaan perempuan serta penanganan isu sosial secara lebih efektif dan berkelanjutan.