PGK Sulsel Gelar Halal Bihalal dan Dialog Publik, Bahas Peran Pemuda Jaga Stabilitas Daerah

PGK Sulsel Gelar Halal Bihalal dan Dialog Publik, Bahas Peran Pemuda Jaga Stabilitas Daerah

Dewan Pimpinan Wilayah Perkumpulan Gerakan Kebangsaan (DPW PGK) Sulawesi Selatan menggelar kegiatan Halal Bihalal yang dirangkaikan dengan dialog publik dalam suasana Syawal. Acara berlangsung di Warkop Bundu, Jalan Talasalapang Raya, Makassar.

Kegiatan mengangkat tema “Pemuda dan Stabilitas Daerah di Tengah Kekacauan Politik Global” dan dihadiri sekitar 70 hingga 80 pemuda. Selain menjadi ajang silaturahmi, forum ini dimanfaatkan peserta untuk berdiskusi mengenai isu-isu kebangsaan serta tantangan global.

Dialog menghadirkan Dewan Pembina PGK Sulsel Dr. Abdul Jabbar, S.IP., M.Si, serta Penelaah Teknis Kebijakan Bidang Ormas Kesbangpol Sulsel Sulaiman Naipon, S.Sos.

Ketua DPW PGK Sulsel Munawir Mihsan mengatakan halal bihalal tersebut tidak hanya dimaknai sebagai momentum mempererat hubungan antarkader, tetapi juga sebagai upaya memperkuat struktur kepengurusan dan konsolidasi organisasi dalam menyiarkan nilai-nilai kebangsaan.

Munawir menilai tema yang diangkat relevan dengan perkembangan global yang semakin saling terhubung. Menurutnya, dinamika politik, ekonomi, dan budaya dunia turut berdampak pada kondisi daerah.

“Harapannya, diskusi ini mampu melahirkan gagasan-gagasan brilian dari kaum muda, khususnya kader PGK Sulsel, untuk mengambil peran strategis dalam menjaga stabilitas daerah dari dampak kekacauan politik global,” ujar Munawir.

Dalam forum tersebut, peserta membahas sejumlah isu strategis, mulai dari geopolitik global, arah gerakan pemuda, bonus demografi, digitalisasi, hingga kebijakan pemerintah dalam mendukung keselamatan generasi muda bangsa.

Munawir juga menyampaikan apresiasi kepada Dr. Abdul Jabbar atas komitmennya mendampingi penguatan gerakan kebangsaan di Sulawesi Selatan. Ia turut mengapresiasi Kesbangpol Sulsel yang dinilai membuka ruang akselerasi kemitraan strategis untuk mendinamisasikan kepemudaan di daerah.

Salah satu poin yang mengemuka dalam diskusi adalah rencana kolaborasi program pencegahan narkoba antara PGK Sulsel dan Kesbangpol.

Sementara itu, Dr. Abdul Jabbar menekankan pentingnya kecerdasan dan kemampuan adaptif pemerintah dalam mengelola potensi daerah. “Pemerintah perlu cerdas serta adaptif dalam menggali potensi sumber daya yang ada, khususnya potensi lokal, serta membangun kolaborasi dengan masyarakat di berbagai sektor,” tegasnya.

Di akhir kegiatan, peserta merumuskan sejumlah langkah taktis untuk penguatan organisasi ke depan. Agenda yang dibahas antara lain rencana kolaborasi, pemanfaatan bonus demografi, transformasi digital, serta akses informasi teknis beasiswa bagi mahasiswa dan pemuda.

Melalui kegiatan tersebut, PGK Sulsel menyatakan komitmennya untuk terus bersinergi dalam berbagai agenda kebangsaan dan pembangunan daerah.