Surabaya—Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Jawa Timur meluncurkan program Pramuka Produktif Film Pendek Layanan Masyarakat. Program ini dirancang sebagai ruang kreatif bagi generasi muda, khususnya anggota Pramuka, untuk menyuarakan berbagai isu sosial melalui media visual.
Di tengah perkembangan teknologi digital dan media sosial, Kwarda Jatim menilai perlu ada wadah yang menjembatani kreativitas anak muda dengan nilai kepedulian sosial. Melalui program ini, anggota Pramuka didorong tidak hanya mengikuti arus perkembangan zaman, tetapi juga menghasilkan karya yang dinilai bermakna bagi masyarakat.
Program tersebut difokuskan pada produksi konten visual yang mengangkat isu-isu strategis, antara lain kesehatan masyarakat, pelestarian lingkungan, literasi pendidikan, serta penguatan karakter generasi muda. Pesan-pesan sosial diharapkan dapat disampaikan dengan cara yang lebih menarik dan mudah dipahami publik.
Wakil Ketua I Bidang Satuan Karya dan Pramuka Produktif Kwarda Jatim, Dr. H. A. Basuki Babussalam, S.H., M.H., mengatakan kegiatan ini tidak semata berorientasi pada film sebagai produk akhir, melainkan juga menekankan proses pembelajaran. Peserta akan terlibat dalam tahapan produksi, mulai dari pengembangan ide, penulisan naskah, penyusunan storyboard, teknik pengambilan gambar, hingga editing dan publikasi.
“Program ini kami rancang sebagai sarana pembelajaran yang utuh. Peserta tidak hanya belajar membuat film, tetapi juga belajar berpikir kritis, berkolaborasi, serta memiliki kepekaan terhadap persoalan sosial di sekitarnya,” ujar Basuki.
Menurutnya, kemampuan komunikasi visual menjadi keterampilan penting di era digital. Karena itu, anggota Pramuka didorong untuk menyampaikan pesan secara efektif, kreatif, dan bertanggung jawab melalui karya audiovisual.
Basuki menyebut implementasi program akan melibatkan seluruh lini Gerakan Pramuka di Jawa Timur, mulai dari Kwartir Daerah, Kwartir Cabang, Kwartir Ranting, hingga Gugus Depan. Sinergi ini ditujukan untuk memperluas jangkauan program sekaligus membuka kesempatan yang lebih merata bagi anggota Pramuka di berbagai daerah.
Selain pelibatan internal, program ini juga didukung kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, institusi pendidikan, komunitas kreatif, serta pemangku kepentingan lainnya. Kerja sama tersebut diharapkan dapat memperkuat kualitas produksi dan memperluas distribusi karya.
Basuki menambahkan, program ini akan masuk dalam agenda strategis Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Kwarda Jawa Timur. Forum itu akan digunakan untuk mematangkan konsep, menyusun strategi pelaksanaan, serta merumuskan mekanisme pembinaan dan evaluasi secara berkelanjutan.
Dalam pelaksanaannya, program membuka beberapa kategori karya yang dapat diikuti anggota Pramuka, yakni film pendek berdurasi 5 hingga 30 menit, iklan layanan masyarakat berdurasi 2 hingga 3 menit, serta video blog (vlog) berdurasi 20 hingga 60 detik. Ragam kategori ini dimaksudkan memberi ruang fleksibel bagi peserta dalam menyesuaikan ide dan kreativitas.
Basuki mengatakan karya terbaik tidak hanya akan diapresiasi di tingkat daerah, tetapi juga berpeluang dipublikasikan lebih luas melalui berbagai platform digital. Langkah ini diharapkan memperkuat peran Pramuka sebagai agen kampanye sosial di tengah masyarakat.
Ia menilai program ini juga menunjukkan transformasi Gerakan Pramuka yang makin adaptif terhadap tantangan zaman, dengan mengintegrasikan teknologi digital dalam proses pembinaan. Melalui proses kreatif yang dijalani, peserta diharapkan belajar tanggung jawab, kerja sama tim, kepemimpinan, serta empati terhadap lingkungan sosial.
Ke depan, Kwarda Jatim berharap program Pramuka Produktif Film Pendek Layanan Masyarakat dapat melahirkan karya yang tidak hanya kuat secara teknis, tetapi juga membawa pesan yang mampu menginspirasi perubahan positif.

