Di tengah meningkatnya kekhawatiran soal kebocoran data, pengawasan, dan pemblokiran konten, sebagian pengguna internet beralih ke Virtual Private Network (VPN) untuk melindungi aktivitas daring mereka. Salah satu opsi yang kerap dipilih adalah Opera, peramban yang menyediakan fitur VPN bawaan. Selain itu, ada Psiphon, alat yang dirancang untuk membantu pengguna mengakses internet tanpa sensor. Keduanya dapat digunakan bersamaan untuk memperkuat privasi dan membantu membuka akses ke konten yang dibatasi.
Psiphon merupakan alat untuk mengakali sensor internet dengan memanfaatkan teknologi VPN, SSH, dan HTTP Proxy. Layanan ini bekerja dengan membuat terowongan aman antara perangkat pengguna dan server Psiphon, sehingga lalu lintas internet terenkripsi dan alamat IP pengguna tersamarkan. Psiphon dikembangkan untuk membantu akses ke situs atau layanan yang diblokir, terutama di wilayah dengan pembatasan internet yang ketat. Psiphon tersedia di sejumlah platform seperti Windows, Android, dan iOS.
Sementara itu, Opera adalah peramban web yang dikembangkan Opera Software. Opera dikenal memiliki sejumlah fitur bawaan, termasuk layanan VPN gratis di dalam peramban. VPN Opera mengenkripsi lalu lintas penjelajahan di Opera dan menyembunyikan IP pengguna. Namun, VPN ini bersifat berbasis peramban, artinya perlindungan hanya berlaku untuk trafik yang berjalan di dalam Opera, bukan aplikasi lain di perangkat.
Penggunaan Psiphon bersama Opera disebut dapat memberi lapisan tambahan untuk privasi dan akses. Dalam skema ini, Psiphon berperan sebagai jalur tunneling/proxy, sedangkan Opera dapat digunakan sebagai peramban dengan fitur keamanan tambahan. Pengaturan dasarnya meliputi pemasangan Psiphon, memastikan Psiphon tersambung ke jaringannya, memasang Opera, lalu mengarahkan pengaturan proxy di sistem/peramban agar lalu lintas Opera melewati Psiphon. Setelah konfigurasi dilakukan, pengguna dapat memeriksa perubahan alamat IP melalui situs pemeriksa IP untuk memastikan trafik telah dirutekan melalui server Psiphon.
Keuntungan yang diklaim dari penggunaan gabungan ini mencakup peningkatan keamanan melalui terowongan aman, kemampuan melewati sensor internet, serta peningkatan anonimitas karena alamat IP dapat tersamarkan. Meski demikian, pengguna juga dapat menemui sejumlah kendala teknis.
Beberapa masalah yang umum terjadi antara lain Opera tidak dapat terhubung ke internet setelah proxy diaktifkan. Solusi yang disarankan mencakup memastikan Psiphon berjalan dan sudah terkoneksi, memeriksa ulang alamat serta port proxy, me-restart Psiphon dan Opera, serta mengecek pengaturan firewall agar keduanya diizinkan mengakses internet. Kendala lain adalah kecepatan internet melambat, yang dapat dipengaruhi lokasi dan kondisi jaringan; pengguna disarankan mencoba server Psiphon lain, menutup aplikasi yang menyedot bandwidth, dan memastikan koneksi internet stabil.
Ada juga kasus alamat IP tidak berubah meski pengaturan telah dilakukan. Langkah yang disarankan meliputi memverifikasi konfigurasi proxy, membersihkan cache dan cookie, me-restart aplikasi, lalu mengecek kembali IP melalui situs pemeriksa IP. Jika Psiphon gagal terhubung, pengguna dapat memeriksa koneksi internet, memastikan firewall tidak memblokir, mencoba mode transport lain di pengaturan Psiphon (misalnya beralih dari VPN ke SSH+), serta memperbarui aplikasi ke versi terbaru. Untuk masalah VPN bawaan Opera yang tidak berfungsi, langkah yang disebutkan meliputi menonaktifkan ekstensi yang berpotensi konflik, membersihkan cache dan cookie, mengganti lokasi VPN, dan memperbarui Opera.
Selain Psiphon dan Opera, tersedia alternatif lain untuk kebutuhan serupa. Pada kategori VPN, beberapa layanan yang disebut antara lain NordVPN, ExpressVPN, dan Surfshark. Untuk peramban, opsi yang disebut mencakup Tor Browser yang merutekan trafik melalui jaringan Tor, serta Brave yang menawarkan fitur privasi dan mode tertentu dengan integrasi Tor. Sementara pada kategori proxy, ada Shadowsocks dan Ultrasurf.
Di luar pemilihan alat, praktik keamanan dasar tetap disarankan untuk memperkecil risiko. Di antaranya menggunakan kata sandi kuat dan unik, mengaktifkan autentikasi dua faktor (2FA), rutin memperbarui sistem dan aplikasi, waspada terhadap phishing, memastikan situs menggunakan HTTPS, membatasi informasi sensitif yang dibagikan, mengaktifkan firewall, serta melakukan pencadangan data secara berkala.
Secara umum, kombinasi Psiphon dan Opera dipaparkan sebagai salah satu cara untuk memperkuat privasi penjelajahan dan membantu mengakses konten yang dibatasi. Namun, efektivitasnya bergantung pada konfigurasi yang benar, kondisi jaringan, serta kebiasaan keamanan pengguna dalam aktivitas daring sehari-hari.

