Rakor dan Halal Bihalal dengan Kades, Bupati Pesawaran Minta Respons Cepat Atasi Isu Sosial

Rakor dan Halal Bihalal dengan Kades, Bupati Pesawaran Minta Respons Cepat Atasi Isu Sosial

Pemerintah Kabupaten Pesawaran menegaskan pentingnya penguatan koordinasi hingga tingkat desa melalui Rapat Koordinasi (Rakor) yang dirangkaikan dengan Halal Bihalal bersama kepala desa se-Kabupaten Pesawaran. Kegiatan ini digelar di GSG Lamban Agung, Komplek Rumah Dinas Bupati Pesawaran, Desa Negeri Sakti, Kecamatan Gedong Tataan, Kamis (16/04/2026).

Rakor dihadiri Bupati Pesawaran Hj. Nanda Indira B., S.E., M.M., didampingi Wakil Bupati Antonius Muhammad Ali, S.H., serta Ketua TP PKK Kabupaten Pesawaran Cindy Aria Anton, S.E., M.M. Sejumlah pejabat daerah turut hadir, antara lain Asisten Pemerintahan dan Kesra, Kepala Bapenda, Kepala Dinas PMD, Kepala Dinas Kominfotiksan, Kepala Dinas P3AP2KB, para camat, kepala desa, serta Ketua TP PKK desa se-Kabupaten Pesawaran.

Selain menjadi ajang silaturahmi, pertemuan tersebut diarahkan untuk memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan pemerintah desa. Rakor juga ditujukan untuk meningkatkan efektivitas penyelenggaraan pemerintahan desa serta mengoptimalkan penanganan aspirasi masyarakat.

Dalam arahannya, Bupati Nanda Indira menekankan bahwa forum ini bersifat strategis dan tidak sekadar agenda formal. Menurutnya, rakor menjadi ruang membangun soliditas dan menyatukan langkah para pemangku kepentingan di tingkat desa.

Bupati juga meminta pemerintah desa merespons cepat berbagai persoalan sosial di masyarakat. Kepala desa diminta aktif menginventarisasi dan melaporkan setiap permasalahan secara akurat sebelum berkembang luas di ruang publik.

“Saya berharap kepala desa dapat merespons persoalan sosial dengan cepat. Jangan menunggu sampai viral baru dilaporkan. Sampaikan laporan dengan data yang akurat, bukan sekadar informasi yang belum terverifikasi,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Bupati turut menyampaikan sejumlah instruksi strategis, di antaranya kesiapsiagaan menghadapi potensi dampak El Nino, optimalisasi penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), serta pengelolaan sampah berbasis potensi desa yang ke depan akan terintegrasi dengan program investasi pengolahan sampah.

Di bidang sosial, Bupati menyoroti pentingnya akurasi data terkait stunting, rumah tidak layak huni (RTLH), dan anak putus sekolah. Pemerintah desa diminta aktif memantau pelaksanaan program, termasuk Makan Bergizi Gratis (MBG), serta memastikan seluruh warga mendapatkan intervensi yang tepat.

Kegiatan dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab. Pada akhir acara, penghargaan diserahkan kepada Desa Sriwedari, Kecamatan Tegineneng, dan Desa Gunung Rejo, Kecamatan Way Ratai, atas capaian terbaik dalam realisasi PBB.