Banjarnegara—Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Tamansiswa (STIE Tambara) Banjarnegara menyalurkan bantuan dana pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) bagi warga kurang mampu di Kelurahan Krandegan, Kecamatan Banjarnegara. Bantuan sebesar Rp10 juta itu ditujukan untuk mendukung perbaikan hunian warga di sekitar kampus yang membutuhkan.
Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh Ketua STIE Tambara, Dr. Lustono, S.Pd., M.M., kepada Lurah Krandegan, Sudirman, di Gedung 3 Lantai 3 Kampus STIE Tambara, Selasa (7/4/2026).
Lustono mengatakan, bantuan tersebut merupakan wujud komitmen kampus dalam menjalankan peran sosial, terutama membantu perbaikan rumah warga yang kondisinya tidak layak huni. Ia menegaskan STIE Tambara tidak hanya berfungsi sebagai tempat menuntut ilmu, tetapi juga berupaya turut membantu penyelesaian persoalan sosial di Banjarnegara, termasuk kemiskinan.
Ia berharap bantuan ini dapat memantik semangat gotong royong dan mendorong pihak lain untuk ikut berkontribusi dalam upaya pengentasan kemiskinan di wilayah Banjarnegara.
Sementara itu, Lurah Krandegan Sudirman menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan. Menurutnya, bantuan tersebut menjadi solusi nyata bagi warga kurang mampu di wilayahnya.
Sudirman menjelaskan, dana yang diterima rencananya akan dialokasikan untuk rehabilitasi rumah warga. Jika anggaran mencukupi, dana akan digunakan untuk memperbaiki dua rumah. Namun bila tidak, pihak kelurahan akan memfokuskan perbaikan pada satu rumah agar hasilnya maksimal.
Ia menambahkan, pada 2025 lalu Kelurahan Krandegan telah membantu perbaikan empat unit RTLH melalui sinergi dengan Baznas dan donatur lainnya.
Di kesempatan yang sama, Kepala Bapperida Banjarnegara Yusuf Agung Prabowo turut mengapresiasi komitmen STIE Tambara terhadap isu sosial di daerah tersebut. Ia menilai langkah ini sebagai implementasi kolaborasi pentahelix dalam percepatan penanggulangan kemiskinan, seraya menekankan bahwa upaya tersebut memerlukan keterlibatan berbagai pihak, tidak hanya pemerintah.

