The Strokes kembali tampil di panggung Coachella 2026 pada April 2026. Penampilan band ini menjadi sorotan karena tidak hanya menghadirkan nostalgia bagi penggemar, tetapi juga menyampaikan pesan politik secara terbuka melalui rangkaian visual di layar panggung.
Selama tampil, layar besar di belakang band menampilkan berbagai visual yang menyoroti isu kekerasan serta dugaan pelanggaran yang dikaitkan dengan pemerintah Amerika Serikat, baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Salah satu momen yang paling banyak dibicarakan warganet adalah kemunculan tulisan “Last University Standing In Gaza”, disertai video yang memperlihatkan sebuah universitas hancur akibat ledakan.
Visual tersebut memicu perhatian penonton dan menjadi perbincangan di media sosial. Sejumlah warganet menilai pesan yang disampaikan jelas dan berani, mengingat Coachella merupakan salah satu festival musik terbesar di dunia.
Ketika The Strokes membawakan lagu “Oblivius”, atmosfer panggung disebut semakin intens. Latar visual menampilkan potongan isu sosial dan politik, mulai dari gerakan hak sipil dan Black Lives Matter hingga konflik di Gaza. Dalam rangkaian visual itu juga muncul sindiran terhadap lembaga seperti CIA serta kritik terhadap kebijakan pemerintah Amerika Serikat secara umum. Isu kekerasan di sejumlah wilayah seperti Gaza dan Iran turut disorot.
Nuansa penampilan semakin dramatis dengan tata lampu bernuansa oranye yang mempertegas suasana tegang dan emosional. Respons positif datang dari banyak penggemar, termasuk dari Indonesia. Di kolom komentar media sosial, sejumlah warganet menyampaikan apresiasi terhadap keberanian band tersebut mengangkat isu sensitif di panggung sebesar Coachella.
Sikap kritis semacam ini bukan hal baru bagi Julian Casablancas dan The Strokes. Sejak awal karier, band ini dikenal kerap menyelipkan keresahan sosial dalam karya mereka. Salah satu contohnya adalah lagu “New York City Cops” dari album Is This It yang sempat ditarik dari versi rilis Amerika Serikat setelah tragedi serangan 11 September karena dinilai sensitif pada masa berkabung nasional.
Sejumlah lagu lain seperti “Juicebox” dan “You Only Live Once” (2006) juga kerap dikaitkan dengan kegelisahan generasi muda terhadap kondisi global, termasuk bayang-bayang perang Irak pada periode tersebut.
Melalui penampilan di Coachella 2026, The Strokes kembali menegaskan identitas mereka sebagai band yang tidak hanya menampilkan musik, tetapi juga menyuarakan sikap terhadap isu sosial dan politik yang mereka angkat di atas panggung.

