Wakil Wali Kota Kupang Serena Cosgrova Francis, S.Sos., M.Sc., menerima audiensi Dewan Pengurus Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kupang di ruang kerjanya. Pertemuan tersebut turut didampingi Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Kupang dr. Marsiana Y. Halek.
Rombongan GMNI Kupang dipimpin Ketua GMNI Kupang Jacson Marcus bersama jajaran pengurus, di antaranya Wakil Ketua Bidang Advokasi dan Kemasyarakatan Arison Rihi, Feliks Dewi, serta Hari. Dalam audiensi itu, GMNI menyampaikan sejumlah isu strategis terkait perempuan di Kota Kupang, termasuk tingginya angka kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), kekerasan terhadap perempuan, serta angka perceraian yang dinilai masih cukup tinggi dalam beberapa tahun terakhir.
GMNI juga menyoroti pentingnya keterlibatan organisasi mahasiswa dalam mendukung program-program pemerintah, khususnya Program Ina Kasih yang telah dijalankan di beberapa titik di Kota Kupang. Jacson Marcus menyatakan GMNI siap menjadi mitra pemerintah dalam memperluas jangkauan program, termasuk membuka peluang agar anggota perempuan GMNI dapat menjadi sasaran Program Ina Kasih.
Selain itu, GMNI mengusulkan kolaborasi kegiatan edukatif seperti dialog publik bertema perempuan. Kegiatan tersebut diarahkan untuk meningkatkan kesadaran terhadap isu KDRT, kekerasan seksual, serta persoalan sosial lainnya.
Menanggapi masukan tersebut, Serena Cosgrova Francis menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan inisiatif GMNI terhadap isu perempuan dan anak. Ia menegaskan Pemerintah Kota Kupang terbuka untuk berkolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk organisasi mahasiswa.
Menurutnya, Program Ina Kasih tidak hanya berfokus pada pemberian bantuan, tetapi juga mencakup edukasi dan sosialisasi kepada perempuan maupun laki-laki. Materi yang ditekankan meliputi kesehatan reproduksi, kesadaran sosial, serta upaya pencegahan kekerasan.
Ia juga menjelaskan bahwa program tersebut menyasar perempuan dari keluarga dengan kondisi ekonomi rentan untuk meringankan beban kebutuhan dasar. Program ini turut didukung dengan vaksinasi HPV sebagai langkah pencegahan kanker serviks.
Wakil Wali Kota menekankan pentingnya pendekatan komprehensif dalam menangani persoalan sosial seperti perceraian dan KDRT. Upaya yang disebutkan antara lain edukasi pranikah, penguatan peran keluarga, serta peningkatan kesadaran generasi muda mengenai kesiapan mental dan ekonomi sebelum membangun rumah tangga.
Dalam pertemuan itu, kedua pihak juga membahas rencana tindak lanjut berupa penyelenggaraan dialog publik bertema perempuan dalam rangka memperingati Hari Kartini. Rencana kegiatan tersebut disebut akan melibatkan tokoh perempuan serta kalangan mahasiswa.
Audiensi ini diharapkan menjadi langkah awal penguatan sinergi antara Pemerintah Kota Kupang dan GMNI dalam mendorong pemberdayaan perempuan serta penanganan isu sosial secara lebih efektif dan berkelanjutan.

