Rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor membangun fasilitas Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) di wilayah Kayumanis, Kecamatan Tanah Sareal, memicu penolakan dari sejumlah warga. Penolakan terutama disuarakan warga yang khawatir proyek tersebut berdampak pada kesehatan dan kenyamanan lingkungan, serta menilai sosialisasi dari pemerintah masih minim.
Sejumlah warga menyampaikan keberatan karena merasa tidak mendapat penjelasan memadai sebelum rencana pembangunan muncul. Seorang ibu rumah tangga di lokasi menyatakan, jika proyek itu untuk kepentingan umum, seharusnya warga diberi penjelasan terlebih dahulu, bukan tiba-tiba dibangun.
Kekhawatiran warga mencakup potensi bau tidak sedap, pencemaran lingkungan, dan risiko kesehatan jangka panjang. Mereka juga menilai Kayumanis yang padat penduduk tidak ideal untuk fasilitas pengolahan sampah berskala besar.
Tokoh pemuda Munjul bernama Aden menyebut sebagian warga sempat mengira lokasi tersebut akan digunakan untuk pembangunan Wisma Atlet. Ia mengatakan warga baru mengetahui rencana PSEL dari pemberitaan media dan merasa seolah tidak dilibatkan sejak awal.
Di sisi lain, DPRD Kota Bogor meminta pemerintah memperkuat komunikasi publik. Ketua Komisi III DPRD Kota Bogor, Ahmad Aswandi, menyatakan sosialisasi kepada masyarakat sekitar Kayumanis harus dilakukan lebih gencar dan menyeluruh, meskipun nota kesepahaman (MoU) dari pusat antara Kota Depok dan Kota Bogor disebut sudah selesai.
Aswandi menilai penjelasan mengenai teknologi PSEL perlu disampaikan secara jelas kepada warga, termasuk untuk menjawab kekhawatiran terkait stigma bau sampah. Menurutnya, PSEL merupakan teknologi modern yang berbeda dari tempat pembuangan akhir (TPA) konvensional karena mengolah sampah menjadi energi listrik melalui proses yang higienis dan terkontrol.
Menanggapi penolakan warga, Pemkot Bogor juga disebut menawarkan langkah untuk meyakinkan masyarakat, yakni mengajak perwakilan warga melakukan studi banding ke China guna melihat langsung sistem pengelolaan sampah modern dan membuktikan keamanan teknologi pengolahan tersebut.

