Ketua DPW Barisan Muda Penegak Amanat Nasional (BM PAN) DKI Jakarta, Ismu Zakky, menilai dinamika dan perbedaan pandangan dalam politik merupakan hal yang tidak terhindarkan dalam sistem demokrasi. Namun, ia menekankan perbedaan itu perlu disampaikan secara dewasa dan bertanggung jawab.
“Tapi cara menyampaikannya harus tetap menjaga etika dan tidak melanggar batas,” kata Ismu dalam keterangan resminya, Rabu (22/4/2026).
Menurut Ismu, ruang publik semestinya diisi dengan adu gagasan, bukan narasi yang menyesatkan. Ia menilai kompetisi politik seharusnya berfokus pada program serta solusi nyata bagi masyarakat.
Ia juga menyatakan dukungan terhadap sikap Ketua Umum BM PAN Sigit Purnomo Said atau Pasha Ungu yang mengajak penolakan terhadap narasi yang mengarah pada DFK terhadap Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan.
Ismu mengingatkan, penyebaran DFK dinilai dapat merusak kualitas demokrasi dan memicu polarisasi di tengah masyarakat.
“Disinformasi, fitnah dan kebencian itu bukan hanya merugikan individu, tapi juga bisa mengganggu stabilitas sosial dan menyesatkan publik,” pungkasnya.

