Direktur Rumah Politik Indonesia, Fernando Emas, menyatakan keraguannya terhadap motif di balik aksi penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus. Keraguan itu merespons pernyataan Kepala Oditurat Militer II-07 Jakarta, Kolonel Chk Andri Wijaya, yang sebelumnya menyebut motif penyiraman tersebut karena dendam pribadi.
Fernando menilai alasan dendam pribadi belum meyakinkan. Ia mengatakan banyak pihak juga meragukan motif tersebut dan memunculkan kecurigaan bahwa penanganan kasus itu telah diatur sedemikian rupa sehingga tidak tuntas secara menyeluruh.
Menurut Fernando, ketidakpercayaan publik terhadap motif dalam kasus ini berpotensi berdampak pada kepercayaan masyarakat terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Ia menilai situasi itu dapat membangun keyakinan bahwa pemerintahan saat ini menuju arah yang otoriter dan anti kritik.
Fernando kemudian mendorong Presiden Prabowo untuk memanfaatkan momentum ini guna meningkatkan kepercayaan publik. Ia meminta agar pemerintah tidak membiarkan kepercayaan masyarakat rusak oleh pihak-pihak di sekitar presiden, termasuk institusi yang disebutnya pernah membesarkan nama Prabowo.
Lebih lanjut, Fernando berharap publik terus mengawal kasus Andrie Yunus agar penanganannya dibuka secara terang-benderang dan tidak ada hal yang ditutup-tutupi.

