Ketua DPD Partai Golkar Maluku Tenggara, Agrapinus Rumatora yang dikenal dengan sapaan Nus Kei, meninggal dunia setelah ditikam di Bandara Karel Sadsuitubun pada Minggu (19/4/2026). Peristiwa tersebut terjadi sesaat setelah korban tiba dari penerbangan asal Ambon.
Menurut keterangan yang disampaikan dalam rilis resmi Ketua DPP Partai Golkar Dave Laksono, insiden terjadi sekitar pukul 11.10 WIT, ketika Agrapinus Rumatora berada di depan pintu keluar bandara untuk menemui keluarganya. Seorang pria yang diduga pelaku, disebut mengenakan jaket merah dan memakai masker, tiba-tiba melakukan penikaman.
Dalam rilis tersebut juga disebutkan bahwa Antonius Rumatora, kakak korban, sempat memeluk dan membanting pria yang diduga pelaku. Namun, pelaku melakukan perlawanan dan berhasil melarikan diri.
Setelah ditikam, korban sempat berlari masuk ke area bandara, tetapi terjatuh dan mendapat pertolongan dari petugas di lokasi. Agrapinus Rumatora kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Karel Sadsuitubun untuk mendapatkan penanganan medis. Namun, ia dinyatakan meninggal dunia setibanya di rumah sakit.
Rilis tersebut menyebutkan korban dinyatakan meninggal pada pukul 11.44 WIT akibat pendarahan hebat serta luka pada organ vital. Berdasarkan laporan yang diterima, korban mengalami empat luka tusuk, masing-masing di dada sebelah kanan dan kiri, leher bagian kiri, serta tulang belakang.
Partai Golkar menyampaikan bahwa kedatangan Agrapinus Rumatora ke Kabupaten Maluku Tenggara terkait agenda internal partai. Ia disebut hendak mengikuti Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Maluku Tenggara yang direncanakan berlangsung pada 22 April 2026.
Peristiwa ini turut memicu perhatian publik terhadap sosok Agrapinus Rumatora di dunia politik. Dalam informasi yang beredar, ia dikenal tidak banyak terekspos di media sosial dan disebut memiliki nama asli Agrapinus Rumatora serta merupakan paman dari John Kei.

