Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menyoroti praktik politik pragmatis yang dinilai semakin jauh dari kepentingan publik. Sorotan tersebut menekankan pentingnya orientasi politik yang berpihak pada kebutuhan masyarakat, bukan semata pertimbangan jangka pendek.
Dalam pernyataannya, Ketua PBNU mengingatkan agar proses dan keputusan politik tetap berlandaskan kepentingan umum. Ia menilai, ketika politik lebih didorong oleh pragmatisme, ruang bagi aspirasi publik berisiko terpinggirkan.
Pernyataan itu menjadi pengingat agar para pelaku politik menjaga komitmen terhadap kepentingan masyarakat luas dalam setiap langkah dan kebijakan yang diambil.

