Survei LSI: Lebih dari Separuh Responden Mengaku Sering Takut Membahas Politik

Survei LSI: Lebih dari Separuh Responden Mengaku Sering Takut Membahas Politik

Perbincangan politik di Indonesia kerap menghadirkan paradoks. Di ruang publik dan media sosial, diskusi politik tampak ramai dan intens. Namun dalam percakapan sehari-hari, tidak sedikit orang memilih menghindari topik tersebut, bahkan di lingkungan terdekat. Kondisi ini memunculkan pertanyaan: apakah publik Indonesia kini merasa takut berbicara politik?

Dalam beberapa tahun terakhir, meningkatnya sensitivitas isu dan jejak digital yang sulit dihapus membuat sebagian orang lebih berhati-hati menyampaikan pandangan politik. Kekhawatiran akan konflik sosial, perundungan daring, hingga konsekuensi profesional disebut menjadi pertimbangan yang nyata bagi sebagian individu.

Gambaran itu tercermin dalam survei Lembaga Survei Indonesia (LSI) bertajuk Evaluasi dan Komitmen Publik terhadap Pancasila. Dalam survei tersebut, 12% responden menyatakan selalu merasa takut berbicara tentang politik, sementara 41% mengaku sering merasa takut. Jika digabungkan, total 53% responden menyatakan setidaknya sering mengalami rasa takut saat membahas isu politik.

Di sisi lain, 28% responden mengatakan jarang merasa takut dan 14% menyatakan tidak pernah merasa takut sama sekali. Sebanyak 5% responden memilih netral atau tidak menjawab. Temuan ini menunjukkan masih ada bagian masyarakat yang merasa relatif nyaman mengekspresikan pandangan politiknya, meski proporsi yang merasa takut tetap lebih besar.

Survei yang sama juga menyoroti kekhawatiran terkait penangkapan semena-mena oleh aparat hukum. Sebanyak 14% responden mengaku selalu merasa takut karena faktor tersebut, sedangkan 44% merasa sering takut. Adapun 23% menyatakan jarang merasa takut dan 13% mengaku tidak pernah takut.

Dalam konteks demokrasi, kebebasan berbicara dan berpendapat merupakan fondasi penting. Ketika sebagian besar masyarakat merasa ragu atau takut untuk menyampaikan pandangan, kualitas diskursus publik berpotensi terdampak. Karena itu, menciptakan ruang diskusi yang aman, inklusif, dan terbuka menjadi tantangan yang melibatkan pemerintah maupun masyarakat.

Meski demikian, survei tersebut juga mencatat mayoritas responden menilai Indonesia sudah demokratis. Rinciannya, 12,3% menyebut Indonesia sangat demokratis dan 61,6% menilai cukup demokratis. Angka ini menunjukkan tingkat kepercayaan terhadap sistem demokrasi masih relatif kuat di tengah dinamika politik yang berlangsung, sekaligus menegaskan pentingnya menjaga kemerdekaan berpendapat sebagai pilar demokrasi yang dijamin UUD 1945.

Survei LSI ini melibatkan 2.020 responden berusia 17 tahun ke atas, dilakukan pada 4–12 Maret 2026. Margin of error survei tercatat +/-2,2% pada tingkat kepercayaan 95%.