JAKARTA — Direktur Eksekutif Median, Rico Marbun, menyampaikan bahwa mayoritas publik tidak setuju terhadap wacana pelengseran pemimpin di tengah masa jabatan. Temuan ini, menurutnya, mencerminkan kecenderungan masyarakat yang lebih mengutamakan stabilitas pemerintahan serta penghormatan terhadap mekanisme demokrasi.
Dalam paparan yang dikutip Kamis (16/4/2026), Rico menyebut survei terbaru Median menunjukkan 62 persen responden menyatakan tidak setuju jika pelengseran dilakukan sebelum masa jabatan berakhir. Ia menilai sikap tersebut juga berkaitan dengan situasi geopolitik yang dinilai sedang memanas.
Rico menjelaskan, terdapat sejumlah alasan yang melatarbelakangi penolakan publik. Faktor terbesar adalah kekhawatiran terhadap potensi perpecahan dan kekacauan apabila pelengseran dilakukan di tengah masa jabatan.

