Survei Median: 67% Responden Medsos Menolak Prabowo Dilengserkan sebelum 2029

Survei Median: 67% Responden Medsos Menolak Prabowo Dilengserkan sebelum 2029

Media Survei Nasional (Median) merilis hasil survei yang menunjukkan mayoritas responden pengguna media sosial menolak wacana pelengseran Presiden Prabowo Subianto sebelum masa jabatannya berakhir pada 2029.

Direktur Eksekutif Median Rico Marbun menyampaikan, 67% responden menyatakan tidak setuju jika Presiden Prabowo “dimundurkan atau dilengserkan atau diturunkan” sebelum masa jabatan selesai. Sementara itu, 16% responden menyatakan setuju, dan 17% lainnya menjawab tidak tahu atau tidak menjawab. Paparan hasil survei disampaikan secara virtual pada Rabu (15/4).

Rico menjelaskan sejumlah alasan di balik penolakan tersebut. Sebanyak 20,4% responden menyatakan tidak setuju pelengseran karena ingin menghindari perpecahan. Kemudian 17,8% menilai kinerja pemerintah sudah cukup baik sehingga tidak ada urgensi pergantian di tengah masa jabatan. Alasan lain yang muncul antara lain masa jabatan presiden belum selesai (15%) serta penghormatan terhadap mandat rakyat hasil pemilu (12,5%).

Dalam rilis yang sama, Median juga mencatat tingkat kepuasan responden terhadap kinerja pemerintahan Prabowo-Gibran. Sebanyak 71,8% responden menyatakan puas, sedangkan 23,7% mengaku tidak puas dan 4,5% menjawab tidak tahu.

Menurut Rico, alasan terbesar kepuasan publik adalah menjaga harga BBM tidak naik (24,5%), program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebesar 15,4%, serta pemberantasan korupsi 9,3%. Alasan lain yang disebutkan responden mencakup bantuan (6,6%), terciptanya lapangan kerja (3,7%), serta alasan personal menyukai Prabowo (3,3%).

Median juga merangkum lima program pemerintah yang paling disukai responden. Program MBG menempati posisi teratas dengan 27,5%, disusul bansos (8,1%), pemberantasan korupsi (3,8%), Sekolah Rakyat (3,1%), dan program kesehatan gratis (3,1%).

Selain survei Median, sejumlah lembaga lain juga merilis temuan terkait tingkat kepuasan publik. Poltracking Indonesia mencatat 74,9% responden mengaku puas terhadap kinerja Presiden Prabowo, yang merupakan gabungan dari 9% “sangat puas” dan 65,9% “cukup puas”. Dalam survei itu, 23,5% responden menyatakan tidak puas, dengan rincian 21,3% “kurang puas” dan 2,2% “sangat tidak puas”.

Sementara itu, survei Cyrus Network mencatat 70% responden puas terhadap kinerja para menteri Kabinet Merah Putih selama 1,5 tahun di bawah pemerintahan Prabowo. Rinciannya, 67,3% menyatakan puas dan 2,7% sangat puas, sedangkan 24% menyatakan tidak puas.

Median juga memotret sikap publik terhadap wacana kenaikan harga BBM di tengah ancaman krisis global. Rico menyebut mayoritas responden, yakni 50,7%, tidak mendukung kenaikan harga BBM. Menurutnya, penolakan itu terutama didorong kekhawatiran terhadap risiko atau dampak ekonomi dari kenaikan BBM. Meski demikian, ia menyebut ada sebagian kecil responden yang pasrah dan memaklumi jika pemerintah terpaksa mengambil kebijakan tersebut demi menyelamatkan keuangan negara.