Hasil survei The Republic of Believers Center (TBRC) mencatat tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto mencapai 84,6%. Angka tersebut terdiri dari 37,7% responden yang menyatakan sangat puas dan 46,9% puas.
Sementara itu, 6,8% responden menyatakan sangat tidak puas, 5,5% tidak puas, dan 3,1% tidak memberikan jawaban.
Direktur Eksekutif TBRC Johanes Romeo mengatakan, tingginya kepuasan publik dipengaruhi sejumlah faktor, salah satunya komitmen pemerintah dalam pemberantasan korupsi. Ia menyebut 81,1% responden menyatakan puas terhadap upaya pemberantasan korupsi yang ditunjukkan melalui kinerja Kejaksaan Agung dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Menurut Johanes, kepuasan tersebut juga berkaitan dengan kebijakan pemerintah yang tidak menaikkan harga BBM dan LPG bersubsidi di tengah dampak global akibat perang di Iran yang menyebabkan kenaikan harga energi dunia. Dalam survei itu, 82,6% responden menyatakan puas terhadap kebijakan tersebut.
Selain itu, survei TBRC mencatat 79,7% responden puas terhadap kinerja Polri yang dinilai semakin profesional dan melayani masyarakat. Pada aspek kesejahteraan sosial, tingkat kepuasan tercatat 80,3%, terutama terkait program Sekolah Rakyat dan bantuan sosial.
Untuk penegakan hak asasi manusia, TBRC melaporkan 77,3% responden menyatakan puas. Adapun pada pelaksanaan program MBG, tingkat kepuasan tercatat 63,4%.
Survei juga menunjukkan tingkat kepuasan terhadap program Koperasi Merah Putih sebesar 58,7%. Sementara pada program perekonomian Prabowo-Gibran yang dinilai menyentuh dan berdampak pada perekonomian rumah tangga, sebanyak 60,6% responden menyatakan puas.
Di sisi lain, penilaian terhadap kinerja pemerintah dalam menyediakan harga sembako yang murah menunjukkan kepuasan 48,7%, sedangkan 49,2% responden menyatakan tidak puas.
Survei TBRC dilakukan pada 9–19 April 2026 dengan melibatkan 1.810 responden di 38 provinsi. Metode yang digunakan adalah wawancara tatap muka dengan teknik multistage random sampling. TBRC menyatakan survei ini memiliki tingkat kepercayaan 95% dengan margin of error sekitar ±2,25% dan dirancang untuk merepresentasikan populasi warga negara Indonesia berusia di atas 17 tahun secara nasional.

