SURABAYA — Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh menilai praktik politik dan diskursus di ruang publik saat ini semakin menjauh dari nilai ideal. Ia menyoroti suasana ruang publik yang kian riuh, namun dinilai kehilangan kedalaman dan substansi.
Menurut Surya Paloh, perbincangan publik telah bergeser dari adu gagasan menjadi pertunjukan sensasi. Ia menyebut perdebatan yang muncul cenderung dangkal, minim arah, dan tidak menyentuh isu-isu strategis yang seharusnya menjadi perhatian.
“Yang kita lihat hari ini bukan kekayaan pikiran, tetapi kemiskinan nalar yang dipertontonkan. Ruang publik kian bising oleh opini tanpa dasar, perdebatan tanpa arah, dan kegaduhan yang miskin substansi,” ujarnya saat menghadiri pengukuhan Prof. Dossy Iskandar Prasetyo sebagai Guru Besar di Universitas Bhayangkara (Ubhara) Surabaya, Rabu (22/4/2026).
Ia juga menyinggung melemahnya kohesi sosial. Menurutnya, kepercayaan antarwarga terus menurun dan digantikan oleh menguatnya egoisme serta orientasi material. Dalam kondisi itu, nilai kejujuran, keadilan, dan kebenaran disebut kerap tereduksi menjadi slogan.
Surya Paloh menyatakan persoalan bangsa tidak berhenti pada kelemahan institusi. Ia menilai akar masalahnya berada pada krisis karakter, termasuk kecenderungan saling menyalahkan tanpa disertai introspeksi. “Bangsa ini gemar mencari kambing hitam, tetapi miskin keberanian untuk mengoreksi diri,” tegasnya.
Dalam kesempatan yang sama, ia menggarisbawahi peran strategis kalangan intelektual. Surya Paloh menilai akademisi tidak cukup hanya menjadi produsen teori, tetapi juga diharapkan hadir sebagai penjaga moral publik yang aktif memberi arah.
Ia mengingatkan agar perguruan tinggi tetap relevan dengan melahirkan gagasan besar yang membumi, serta menempatkan ilmu pengetahuan sebagai instrumen koreksi sosial dan penggerak perubahan. Menurutnya, dunia akademik memiliki tanggung jawab untuk mengisi ruang kepemimpinan gagasan, terutama ketika tantangan bangsa menyentuh lapisan nilai-nilai yang menjaga kehidupan bersama.
“Saya menyampaikan rasa bangga dan selamat atas pengukuhan Prof. Dossy, ini sekaligus jadi momentum pengingat akan pentingnya peran kaum intelektual. Pertarungan utama bangsa terletak pada menjaga integritas, kejujuran, dan kejernihan berpikir di tengah kebisingan,” tandasnya.
Sementara itu, dalam pidato ilmiahnya, Prof. Dossy mengangkat tema “Ide Normatif Partai Politik dalam Konteks Konstitusi dan Cita Demokrasi”. Ia menegaskan partai politik tidak semestinya terjebak sebagai kendaraan kekuasaan. “Peran utama partai adalah menjaga konstitusi, merawat etika demokrasi, dan menyalurkan aspirasi publik secara berintegritas,” katanya.

